Dai Parmusi Tangannya Harus di ‘Atas’

679

Medan, Muslim Obsession – Salah satu tujuan dari Desa Madani adalah kemandirian ekonomi, dimana bukan hanya masyarakatnya yang sejahtera, tetapi juga dainya. Seorang dai harus mandiri ekonominya agar tangannya selalu di ‘atas’.

Demikian disampaikan Sekretaris Parmusi Business Center Mochammad Sa’dun Masyhur ketika memberikan materi seputar Desa Madani pada penutupan Orientasi dan Diklat Dai Parmusi Sumatera Utara di Kampus LPMP Medan, Ahad (26/8/2018).

“Dai Parmusi itu harus mengubah mindset dan meyakini bahwa tangan di atas itu lebih mulia. Itulah dasar Dai Parmusi harus mandiri, untuk mengukuhkan keimanan kepada Allah Swt. karena rezeki manusia sudah dijamin oleh Allah,” ujar Sa’dun dalam rilis yang diterima Muslim Obsession, Senin (27/8/2018).

Senada dengannya, Ketua Umum PP Parmusi H. Usamah Hisyam juga menegaskan hal tersebut. Menurutnya, seluruh kader Parmusi sudah sepatutnya menjadi seorang muzakki.

“Setiap kader Parmusi harus menjadi seorang muzakki bukan mustahiq. Karena jika sudah terbiasa menjadi muzakki, nanti banyak keberkahan yang akan datang. Di antaranya adalah kemudahan berdakwah,” ujar Usamah.

Sebelumnya, dalam sejumlah kesempatan, Usamah seringkali mengingatkan pentingnya Parmusi untuk segera mewujudkan visi organisasi.

Yakni mewujudkan masyarakat madani yang Islami sejahtera lahir dan batin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia, yaitu masyarakat Indonesia yang berorientasi pada keimanan dan ketakwaan, keilmuan, keadilan, kemajuan dan kebersamaan.

Upaya percepatan itu dilakukan secara massif di berbagai sektor, baik pembinaan organisasi bagi kader dan dai, maupun penyiapan lahan pekerjaan dan fasilitas pendidikan. Termasuk di antaranya merealisasikan program One District Five Dais (ODFD) dan Desa Madani pada tahun 2018 ini.

Program ODFD dan Desa Madani ini berjalan seiringan. Para dai yang telah mendapatkan pelatihan inilah nantinya yang akan berperan penting dalam keberhasilan Desa Madani.

Para dai tak melulu dilatih berceramah dan menguasai ilmu agama, tetapi juga harus tampil sebagai seorang leader yang memiliki karakter sociopreneurship dan piawai bermasyarakat.

“Program Desa Madani ini adalah sebuah manhaj atau jalan atau metode dakwah yang dirancang untuk menjawab peluang, tantangan dan problematika dakwah dalam rangka membentengi akidah umat Islam Indonesia di berbagai daerah. Khususnya di daerah pedalaman, perbatasan, dan pulau terluar yang masyarakatnya terbelenggu dalam kemiskinan serta kehidupannya di bawah garis kemiskinan,” tutur Usamah.

Desa Madani yang dicanangkan Parmusi dibangun atas empat pilar. Yakni keimanan dan ketakwaan kepada Allah ‘azza wa jalla, kemandirian ekonomi, pemberdayaan sosial, dan peningkatan pendidikan. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here