Dahsyatnya Kekuatan Alam Bawah Sadar

195

Oleh: Hendrajit (Pengkaji Geopolitik dan Direktur Eksekutif Global Future Institute/GFI)

Kali ini tentang Alvar Nufez Cabeza de Vaca, seorang penjelajah Spanyol pada abad ke-16, yang ceritanya ingin meniru Christopher Columbus mendarat di benua Amerika dua abad sebelumnya.

Namun, malang bagi de Vaca, kapalnya rusak lantas terdampar di pantai Texas. Saking takutnya de Vaca kalau ketangkap dan dibunuh penduduk asli, kemudian bersama dua temannya menggali sebuah sumur, dan kemudian mendiami sumur itu dalam keadaan tanpa punya apa-apa.

Mereka bukan saja berhasil bertahan hidup, bahkan berhasil keluar dari sumur itu dengan sebuah kemampuan baru untuk menyembuhkan segala rupa penyakit.

BACA JUGA:

Mengenali Isyarat Tersembunyi dari Misi Hidup

Kisah Sang Arif Billah Mencari Pencuri Harta

Sehingga penduduk asli bukannya menangkap dan membunuh de Vaca beserta rombongan, malah beramai-ramai mengajak sanak keluarganya berobat pada de Vaca.

Saya jadi teringat salah seorang kiai guru ngaji saya, betapa pentingnya ketia zikir atau sholawatan untuk mengakses kekosongan. Sebab kekosongan sejatinya kepenuhan yang sempurna, menurut beliau. Waktu itu buat saya kalimat pak kiai saya itu terdengar rada tidak masuk akal.

Namun, seperti studi Dossey terkait keajaiban yang muncul pada fase penderitaan de Vaca menunjukkan, bahwa kemampuan de Vaca dalam bidang penyembuhan didahului dengan terjadinya kekosongan yang mendalam.

BACA JUGA: Kekayaan Elit Politik AS Meroket Saat Pandemi Virus Corona

Kepasrahan total. Yang bakal terjadi terjadilah. Melepas semua pikiran dan keinginan. Tanpa disadari de Vaca masuk dalam naungan kekuatan-kekuatan imaterial yang berada amat jauh dari jangkauan kesadaran dan pikirannya.

Singkat cerita, sebuah keajaiban terlahir bukan karena apa yang dilakukan, melainkan dari kedalaman alam bawah sadar kita sendiri.

Sebagai muslim yang dibekali khazanah tradisi yang kaya seperti zikir, sholawatan dan tawasulan, sebenarnya untuk mengakses kekuatan rohani tidak perlu harus repot-repot seperti Alvar Nufez Cabeza de Vaca.

Bukankah dalam mempelajari dan mendalami tasawuf sebagai ilmunya Tauhid, kata kunci adalah pasrah, melepas segala kelekatan pada diri sekitar kita, dan menyerahkan skenario hidup kita pada kekuatan Tuhan Yang Maha Kuasa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here