Dahnil Minta Nama WNI yang Kembali dari Suriah

574
Dahniel Anzar (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak berharap pemerintah memberikan identitas nama orang-orang yang diduga terlibat jaringan terorisme Indonesia.

Daftar nama itu, menurutnya, penting agar orang-orang yang terlibat jaringan terorisme itu dapat terlacak keberadaannya.

“Saya khawatir orang-orang tersebut menyusup ke organisasi Muhammadiyah, apalagi mereka masih mempunyai pemahaman radikal yang mengacu kepada ISIS,” ungkapnya dalam acara diskusi di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Selain itu, Dahnil juga meminta agar pemerintah terbuka dan memberikan daftar WNI yang pulang dari Suriah dan Iraq  ke PP Muhammadiyah. Dengan begitu, kata dia, PP Muhammadiyah bisa berhati-hati bahkan bisa membantu proses deradikalisasi orang-orang tersebut.

“Coba sebutkan dong siapa saja nama-nama itu sehingga kami bisa melakukan pencegahan. Ini kami nggak tahu,” tuturnya.

Padahal, kata dia, pemerintah mengatakan ada sekitar 1.000 WNI yang pulang dari Suriah dan Iraq serta meminta agar ormas Islam untuk hati-hati dan terlibat dalam program deradikalisasi.

“Itu enggak pernah dikasih (namanya). Terus kami harus melakukan apa dong? Ngubek-ngubek kemana? Kami enggak punya instrumen intelejen,” katanya

Sebelumnya Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengawasi warga negara Indonesia (WNI) yang kembali dari Suriah dan Irak.

Menurut LPOI, upaya tersebut perlu dilakukan, sebab pihaknya tidak ingin Indonesia menjadi porak-poranda seperti beberapa negara Timur Tengah.

“Mereka yang pulang dari Suriah dan Irak, kenapa tidak dipantau BNPT? Di (negara) tetangga kita dikasih gelang, ke WC pun tahu,” ujar Sekretaris Umum LPOI Lutfi A Tamimi di Kantornya, Jakarta, Senin (14/5/2018).

“Jangan Indonesia dibuat begitu. Kami gandeng Polri, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kementerian Dalam Negeri,” tambah Lutfi.

Total, ada 14 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang tergabung dalam LPOI dengan jumlah massa mencapai 140 juta orang lebih.

Mereka, yakni Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Al-Irsyad Al-Islamiyah, Al Washliyah, Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam (PERSIS), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Mathla’ul Anwar, Yayasan Az Zikra, Al-Ittihadiyah, Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Rabithah Alawiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Nahdlatul Wathan dan Himpunan Bina Mualaf Indonesia (HBMI). (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here