Connecting Muslim, Dai Parmusi Harus Jaga Ukhuwah Islamiyah

497
Ustadz Farid Ahmad Okbah dan Ustadz Bukhari Abdul Somad
Wakil Ketua LDP Ustadz Farid Ahmad Okbah (kanan) dan Ustadz Bukhari Abdul Somad saat memberikan pengarahan kepada para peserta Workshop Ekspedisi Dakwah Parmusi di Mercure Hotel Jakarta, Jumat (25/1/2019). (Foto: Edwin B)

Jakarta, Muslim Obsession – Workshop Ekspedisi Dakwah Parmusi (Persatuan Muslimin Indonesia) salah satunya memutuskan agar para Dai Parmusi mengembangkan, menjaga, dan memperkuat ukhuwah islamiyah dengan Parmusi sebagai Connecting Muslim.

Para Dai Parmusi diharapkan dapat mempersatukan seluruh potensi umat Islam dalam koridor ahlussunnah wal jama’ah dan tidak lagi mempersoalkan khilafiyah.

“Kenapa? Karena pada dasarnya empat madzhab dalam ahlussunnah wal jama’ah ini satu rumpun keilmuan,” kata Ustadz Farid Ahmad Okbah dalam paparannya, Jumat (25/1/2019).

Terjadinya konflik yang seringkali meruncing, jelasnya, merupakan ulah intelijen asing yang ingin memecah persatuan umat dengan mempertajam khilafiyah.

“Makanya Parmusi harus segera melakukan pendidikan serta pemantapan karakter dan akhlak para dai yang terpilih nanti,” kata Ustadz Farid.

Melalui pendidikan dan pemantapan karakter tersebut, para dai diharapkan bisa membangun militansi dalam mengemban dakwah ilallah dengan membangun Desa Madani di seluruh pelosok Tanah Air.

Usamah Hisyam dan Kiai Ma!ruf
Ketua Umum PP Parmusi Usamah Hisyam dan Ketua Umum MUI (Nonaktif) KH. Ma’ruf Amin.

“Untuk itu mari kita jaga persatuan umat. Jangan karena beda pilihan di Pilpres, para Dai Parmusi saling bermusuhan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa politik itu sesungguhnya siyasah, sehingga para dai harus berilmu. Faktanya, semakin seseorang berilmu, dia akan semakin cerdas dan dapat menerima perbedaan.

Wong Ketua Umum Parmusi juga bersahabat dengan Rais ‘Am NU,” seloroh Ustadz Farid memberikan contoh.

Kegiatan yang diikuti para ketua wilayah dan lembaga Dakwah Parmusi (LDP) ini berlangsung di Jakarta selama tiga hari sejak 24-27 Januari 2019.

Para peserta tak hanya diberikan arahan manhaj dakwah Desa Madani Parmusi, melainkan juga membuat action plan dakwah yang akan diterapkan di masing-masing wilayah. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here