Ciri Amal yang Diterima Allah

150

Muslim Obsession – Salah satu ciri orang beruntung adalah mereka yang mengerjakan amal shalih. Inilah keberuntungan yang sejati, dimana Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kesempatan kepada mereka untuk meraih nikmat dunia dan akhirat.

Hanya saja, meski bentuknya adalah amal kebaikan, namun belum tentu amal tersebut diterima Allah.

“Ada ciri untuk mengetahui apakah amal yang kita lakukan diterima atau tidak,” ujar Ustadz Syamsuri Halim melalui pesan singkatnya, Senin (24/8/2020).

Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender ini menukil pernyataan Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandary dalam kitabnya, Al-Hikam: “Siapa yang merasakan buah amalnya di dunia maka itu bukti bahwa amalnya diterima di akhirat”.

Ustadz Syamsuri mengatakan, ulama Mesir Syekh Abdullah Asy-Syarqawi menjelaskan dalam Syarah Al-Hikam bahwa yang dimaksud dengan “buah amal di dunia” adalah kenikmatan dalam beramal. Jika seseorang sudah merasakan nikmatnya beramal, itu berarti bahwa amalnya tersebut telah diterima Allah selagi masih di dunia.

Pernyataan tersebut selaras dengan qaul Ali bin Abi Thalib (Abu Turab) yang mengatakan, “Jika seorang hamba tulus dalam amalnya, ia akan mendapatkan manisnya amal itu sebelum mengerjakannya. Jika ia ikhlas dalam amalnya, ia akan mendapatkan manisnya amal itu saat mengerjakannya.”

“Amal yang memiliki sifat-sifat seperti ini akan diterima Allah. Jika Allah telah menerima amal seorang hamba di dunia, maka hal itu adalah tanda bahwa kelak di akhirat dan Allah akan memberinya pahala, sebagaimana yang akan dijelaskan,” jelas Ustadz Syamsuri.

Kendati demikian, tambahnya, meskipun seseorang telah merasakan manisnya beramal namun ia tidak boleh terlena.

“Ini seperti yang diutarakan Syekh Ibnu ‘Atha illah bahwa sekalipun telah merasakan manisnya beramal, seorang hamba tidak layak untuk terlena dan merasa bahagia terlebih dahulu. Ia juga tidak layak berharap agar amal tersebut terus berlangsung lantaran ia merasa nikmat dan mujur di dalamnya. Hal itu bisa merusak keikhlasannya dalam beribadah dan ketulusan niatnya,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here