Cinta Negara dan Agama Bagi NU Sudah dalam Satu Tarikan Nafas

35
Katib Syuriyah PBNU KH Zulfa Mustofa.
Katib Syuriyah PBNU KH Zulfa Mustofa.

Jakarta, Muslim Obsession – Jika bicara tentang cinta negara dan cinta agama bagi Nahdlatul Ulama (NU) sudah dalam satu tarikan nafas.

Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Zulfa Musthofa mengatakan, dalam semua tingkatan, rangkaian acara NU tidak lepas dari pembacaan Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Ya Lal Wathan, hingga Mars Banser. Itu menggambarkan NU mencintai agama dan negara.

“Makanya kalau bicara tentang cinta negara dan cinta agama bagi Nahdliyin sudah dalam satu tarikan nafas. Satu tarikan nafas itu sudah pasti cinta agama dan cinta negara. Jangan dibenturkan antara Al-Qur’an dan Pancasila,” kata Kiai Zulfa, Ahad (23/6/2019).

Indoensia Raya itu, Kiai Zulfa melanjutkan, menunjukkan bahwa NU itu komitmennya terhadap NKRI tidak perlu diragukan. Atas peran nyata NU terhadap Indonesia, maka tidak sedikit tokoh-tokohnya yang menerima gelar sebagai Pahlawan Nasional.

“Salah satu contohnya, KH Wahab Hasbullah yang saat hidupnya berperang melawan penjajah melalui Laskar Hizbullah yang di kemudian hari dianugerahi gelar Pahlawan Nasional,” ujarnya.

NU memanddang, Pancasila bukan agama dan posisinya tidak bisa menggantikan kedudukan agama. Pancasila adalah kumpulan visis dan cita-cita para pendiri bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Dari NU, tokoh yang terlibat langsung dalam perumusan Pancasila ialah KH Wahid Hasyim dan KH Masykur.

“Jadi posisnya jelas. Karenannya kita itu, Nahdliyin paham, kalau bernegara dasarnya Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Kalau beragama dasarnya adalah Al-Qur’an, hadits, ijmak, dan qiyas,” tutupnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here