Cinta dan Dukungan Politik

522

Dukungan Politik 

Dalam dunia politik dukung mendukung adalah sesuatu yang alami. Sebagaimana cinta, dukungan kepada kandidat politik juga kamungkinan terbangun di atas tiga kemungkinan faktor. Boleh karena faktor emosional. Boleh juga karena alasan rasionalitas. Tapi boleh juga karena faktor ego dan hawa nafsu.

Dukungan karena sesama suku, etnis dan ikatan sosial lainnya, termasuk karena agama sejatinya itulah dorongan alami. Artinya ketika seseorang saling mendukung karena ada hubungan ras, etnis, agama dan semacamnya, itu sudah bagian dari tabiat manusia. Dan karenanya dukungan seperti ini bersifat thobi’i (alami) yang terbangun di atas rasa emosi.

Maka tidaklah salah kalau secara alami saya sebagai putra Bugis-Makassar nantinya akan mendukung calon yang berketurunan Bugis-Makassar dalam konteks pemilihan nasional. Atau tidaklah salah jika saudara-saudara kita yang kebetulan Beragama Kristen, atau beretnis China hampir 100% memilih Ahok pada pilkada Jakarta yang lalu. Itu adalah alami dan tidak perlu dipermasalahkan.

Jika dukungan karena hubungan alami tadi lebih dominan karena emosi, maka dukungan karena rasionalitas lebih pada penekanan penilaian secara rasionalitas. Misalnya karena kapabilitas, baik dalam keilmuan maupun dalam menejemen. Bisa juga karena aspek integritas (karakter)baik pada tataran pribadi maupun sosialnya.

Idealnya memang adalah ketika dukungan itu didasarkan kepada dua hal di atas. Adanya pertimbangan alami yang memang didukung oleh pertimbangan rasional. Saudara sesuku atau seagama tapi juga memang mumpuni dalam kapabiltas dan integritasnya adalah kandidat yang ideal. Dukungan akan lebih solid karena bersifat alami. Tapi juga sesuai karena tidak semata berdasarkan emosi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here