Cina Sebut Islam Sebagai Penyakit Ideologis Menular

907
Polisi China + Muslim
Patroli polisi China saat Muslim meninggalkan Masjid Id Kah setelah sholat subuh di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang China. (Foto: Johannes Eisele / AFP / Getty Images)

Cina, Muslim Obsession – Cina adalah salah satu negara besar yang paling homogen di dunia. Partai Komunis yang berkuasa menganggap homogenitas dan kohesi sosial China sebagai pilar kekuatannya, sekaligus rasionalisasi yang kuat untuk diskriminasi terhadap etnis minoritas dan pemerintahan otoriter.

Namun wilayah Xinjiang, di barat laut Cina, adalah rumah bagi populasi besar orang Uighur, kelompok etnis Turki yang didominasi Muslim. Pemerintah Cina telah lama khawatir bahwa orang-orang Uighur akan berusaha membangun sebuah tanah air yang merdeka di wilayah itu, yang biasanya mereka sebut Turkestan Timur.

Pada tahun 2009, kerusuhan etnis di Xinjiang merenggut ratusan jiwa; sejak saat itu, nasionalis Uighur individu telah melakukan beberapa serangan teroris. Jadi, untuk memerangi kesan bahwa orang Uighur memiliki alasan untuk menginginkan negara mereka sendiri yang terpisah.

Untuk itu, menurut PBB pemerintah Xi Jinping telah memutuskan untuk menyatakan Islam sebagai “penyakit ideologis menular”, dan mengkarantina 1 juta orang Uighur di kamp-kamp pendidikan ulang.

Bahkan mantan tahanan dari kamp-kamp ini mengatakan bahwa mereka dipaksa meninggalkan keyakinan mereka, menyanyikan lagu-lagu Partai Komunis, mengonsumsi daging babi, dan minum alkohol; laporan-laporan lain menunjukkan bahwa beberapa orang telah disiksa dan dibunuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here