China Penjarakan Jurnalis Warga Usai Liput Siaran Langsung dari Wuhan

183

Wuhan, Muslim Obsession – Seorang jurnalis warga Tiongkok dipenjara selama empat tahun karena liputan siaran langsungnya dari Wuhan ketika wabah Covid-19 menyebar.

Demikian pernyataan pengacaranya pada Senin (4/1/2021) hampir setahun setelah rincian pneumonia virus yang tidak diketahui muncul di pusat kota China.

Zhang Zhan, seorang mantan pengacara, dijatuhi hukuman pada sidang singkat di pengadilan Shanghai karena diduga memicu pertengkaran dan memprovokasi masalah karena laporannya di tahap awal wabah yang kacau.

Laporan langsung dan esainya dibagikan secara luas di platform media sosial pada bulan Februari, menarik perhatian pihak berwenang, yang telah menghukum delapan pelapor virus sejauh mereka menghilangkan kritik terhadap tanggapan pemerintah terhadap wabah tersebut.

Mengontrol aliran informasi selama krisis kesehatan global yang belum pernah terjadi sebelumnya, sangat penting dalam memungkinkan otoritas komunis China untuk mengubah narasi demi kepentingan mereka.

Tapi itu harus dibayar dengan biaya serius bagi siapa pun yang mengambil lubang dalam alur cerita itu.

“Zhang Zhan tampak hancur ketika hukuman diumumkan,” ujar Ren Quanniu, salah satu pengacara Zhang, mengatakan kepada wartawan yang mengonfirmasi hukuman penjara empat tahun di luar Pengadilan Rakyat Distrik Baru Shanghai Pudong pada Senin pagi.

“Ibunya terisak-isak saat putusan dibacakan,” tambah Ren, seperti dilansir Al-Arabiya.

Otoritas komunis China memiliki sejarah mengadili para pembangkang di pengadilan yang tidak jelas antara Natal dan Tahun Baru untuk meminimalkan pengawasan Barat.

Uji coba dilakukan hanya beberapa minggu sebelum tim internasional ahli Organisasi Kesehatan Dunia diharapkan tiba di China untuk menyelidiki asal-usul Covid-19.

Zhang mengkritik tanggapan awal di Wuhan, menulis dalam esai Februari bahwa pemerintah tidak memberikan cukup informasi kepada orang, kemudian hanya tiba-tiba mengunci kota.

“Ini adalah pelanggaran hak asasi manusia yang besar,” tulisnya.

Pengadilan mengatakan dia telah menyebarkan komentar palsu secara online. Kelompok hak asasi juga memperhatikan kasusnya.

“Pihak berwenang ingin menggunakan kasusnya sebagai contoh untuk menakut-nakuti para pembangkang lain agar tidak mengajukan pertanyaan tentang situasi pandemi di Wuhan awal tahun ini”, kata Leo Lan, konsultan penelitian dan advokasi di LSM Pembela Hak Asasi Manusia China.

Zhang adalah orang pertama yang diadili atas sekelompok empat jurnalis warga yang ditahan oleh pihak berwenang awal tahun ini setelah melaporkan langsung dari Wuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here