Cermin Hati di Otakku

102
Ilustrasi Hati

Muslim ObsessionMotorku menderit di depan toko berwarna pink. Aku tanggalkan helm hitamku pada spion. Gigiku beradu. Sedikit kesal. Aku tahu ini sangat memalukan. Tapi aku tak peduli. Ini semua harus aku lakukan demi menjaga predikat maskulinku yang dikoyak-koyak oleh perempuan aneh itu. Perlahan aku turun dari motor. Refleks aku rapikan rambut dengan jari. Ini memang sudah kebiasaanku selepas berkendara motor.

Tak perlu mengucapkan salam. Tak ada waktu untuk sekedar melihat bermacam-macam boneka, dompet wanita, dan semua yang tak mampu korneaku tangkap di ruangan serba pink itu. Dan ups, lengan kananku tak sengaja mengusik sebuah benda lalu terjatuh. Lagi-lagi penyakit sembronoku kambuh.

“Ya ampun.” Aku bantingkan badanku setengah jongkok. “Apa ini?” batinku bertanya. Dari bentuknya aku mengira itu adalah sebuah benda yang pernah dipakai Annisa, adik perempuanku jika ke sekolah. Hah, konyol. Ini baru pertama kali aku menyentuh ikat rambut wanita. Aku menggeleng.

“Mau cari apa Mas, ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang perempuan penjaga toko yang berhasil menghancurkan lamunanku. Aku bergegas berdiri.

“Saya mau mencari cermin berwarna pink, Mbak. Eh, maksud saya cermin itu bungkusnya warna pink. Pokoknya ada warna pinknya Mbak. Terus bentuknya hati ya Mbak. Ada??” tanyaku bertubi-tubi.

“Em? Bentuknya hati ya Mas? Lagi kosong tuh Mas,” tukasnya cepat.

“Oh kalau begitu terima kasih Mbak, saya permisi.” Aku tersenyum datar. Membalikkan badan dan melangkah keluar. Sangat kecewa.

“Mas Mas! Cermin yang ini saja Mas, ini juga warna pink. Bagus. Buat pacarnya ya Mas?” Perempuan itu ternyata mengejarku. Aku berhenti dan memutar arah lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here