Cerita Tengku Zulkarnaen Tentang ‘New No-Mall’

245
Tengku Zulkarnain.

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain dikenal vocal dan sering berkometar pedas untuk mengkritisi kondisi di Tanah Air. Kendati demikian, jika dicermati, kritikan yang dilayangkan dai kondang asal Sumatera ini diarahkan bagi kebaikan bangsa dan negara.

Salah satunya adalah tulisan berjudul ‘Belanja di Warung Tetangga (NEW NO-MALL)’ yang diunggahnya di akun Instagram miliknya, Kamis (28/5/2020). Melalui tulisannya, Tengku Zulkarnain bercerita tentang masa kecilnya.

“Sejak masih usia Sekolah Dasar saya selalu disuruh Umi atau Bibi saya untuk berbelanja keperluan makan sehari hari. Sampai saat saya menikah, saya lah yang setiap hari berbelanja untuk keperluan makan kami sekeluarga sehari hari. Kadang-kadang asisten saya bapak Datuk Ahmad yang pergi belanja jika saya tidak punya waktu karena ada keperluan lain.

Tumpuan belanja adalah ke Warung Tetangga. Kadang kadang memang perlu mendatangi dua atau tiga warung baru dapat melengkapi keperluan yang diingiinkan. Tidak apa, tapi hati senang karena dapat berbagi manfaat dengan Tetangga. Jika tidak didapati di Warung Tetangga maka saya akan belanja ke Pasar Tradisional milik Pemda. Walau sedikit dari diri ini manfaatnya utk mereka para pedagang, paling tidak akan menggerakkan Ekonomi rakyat kecil dan anak bangsa NKRI.

Sore ini saya beli buah pepaya, ubi singkong, sayuran bahan pecal besok pagi. Perlu mendatangi tiga Warung Tetangga sampai bisa melengkapi semua keperluan. Tapi hati gembira bisa berbagi ke sesama, apalagi warga Tetangga sendiri pula. Jika tadi keperluan kami tidak dapat terlengkapi, maka besok pagi saya akan belanja ke Pasar Tradisional milik Pemerintah Daerah. Satu hal lagi yg perlu dilakukan yakni:”jangan menawar harga. Tetangga kita cukup tahu bersikap jujur pada Tetangganya. Insya Allah.

Bagaimana dengan belanja ke Mall…? Itu pilihan sangat terakhir dan jika karena terpaksa, sebab tidak ada lagi ditemukan bahan yang akan dibeli di Warung Tetangga dan Pasar Tradisonal…

Siap menggerakkan Ekonomi rakyat, umat, dan Tetangga…?”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here