Cerita Relawan Indonesia, Makan Beras Mentah Saat Bantu Pengungsi di Turki

162

Jakarta, Muslim Obsession – Relawan kemanusian dari Indonesia Eko Sulistio kembali mendatangi Turki untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban bencana gempa bumi Turki, dan kepada warga Muslim Suriah dan Muslim Uighur, China yang mengungsi di kamp-kamp yang sudah disediakan oleh pemerintah Turki.

Eko tiba di Turki pada 22 November 2020. Taka lama setelah itu ternyata pemerintah Turki mengeluarkan kebijakan untuk lockdwon total semua kota. Hal ini seiring meningkatnya kasus corona atau Covid-19 di negara tersebut. Sehingga aktivitas sosial dan ekonomi berhenti total.

Kepada Muslim Obsession, Eko menceritakan dalam kondisi yang darurat itu, ia sempat terjebak dalam kondisi yang sulit, untuk bisa bertahan hidup terpaksa dirinya memakan beras mentah dan kornet dalam beberapa hari.

“Dalam pendistribusian bencana ini ada satu keadaan dimana saya harus bisa bertahan hidup di tengah situasi di Turki yang terkunci dari aktivitas sosial karena kebijakan lockdwon. Tidak boleh ada warga yang keluar rumah,” kata Eko kepada Muslim Obsession, Sabtu (5/12/2020).

“Akhirnya untuk bisa bertahan hidup saya harus makan beras mentah dan kornet,” tambah Eko menceritakan.

Ia terpaksa makan beras mentah tanpa direbus, karena ia tidak menyangka Turki akan mengeluarkan kebijakan lockdwon, sehingga tidak ada antisipasi dan persiapan yang memadai. Meski begitu, Eko yang sudah melalang lintang melakukan aksi kemanusian di sejumlah negara-negara dunia bersyukur masih diberikan kesehatan.

“Alhamdulillah saya bersyukur masih dalam kondisi sehat, dan akan terus menyelesaikan misi ini untuk membantu sesama saudara Muslim yang membutuhkan bantuan di Turki. Semoga saudara-saudara kita Indonesia juga dalam kondisi sehat,” ucapnya.

Eko merasakan situasi Turki yang melakukan kebijakan lockdown menambah sulit para pengungsi untuk bisa bertahan hidup. Sebab, pendistribusian menjadi sangat terbatas. Bahkan untuk semantara waktu ada yang belum dizinkan. Sehingga ini menyulitkan.

“Lockdown ini menambah sulit bagi kami untuk melakukan pendistribusian. Karena kalau kita keluar bisa kena denda. Sedangkan banyak pengungsi yang membutuhkan,” ucapnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here