Cerita Rasulullah Tak Mau Shalati Jenazah Pelaku Bunuh Diri

158

Jakarta, Muslim Obsession – Bunuh diri adalah tindakan tercela yang diharamkan dalam Islam. Apapun alasannya, bunuh diri jelas dilarang. Tidak ada satupun hadits atau ayat Al-Quran yang bisa dijadikan pembenaran orang mau melakukan bunuh diri.

Karena itu jika ada orang yang bunuh diri mengatasnamakan agama jelas itu tidakan yang salah, dan sama sekali tidak dibenarkan. Apalagi bunuh diri dengan mencelakaan orang lain, sudah pasti neraka adalah balasannya. Misalnya seperti kejadian bom bunuh diri yang terjadi di depan Geraja Katedral, Makassar baru-baru ini.

Tidak ada agama manapun yang membenarkan aksi terorisme dengan bunuh diri dengan niat melukai orang lain. Rasulullah Saw sendiri dalam sebuah hadits bersikap tegas terhadap pelaku bunuh diri dengan tidak mau menshalatinya.

Imam Muslim meriwayatkan hadits dari dari Jabir bin Samurah, “Pernah didatangkan kepada beliau shalallahu ‘alaihi wasallam jenazah seorang laki-laki yang bunuh diri dengan anak panah. Tetapi jenazah tersebut tidak dishalatkan oleh beliau.” (HR Imam Muslim).

Berbicara tentang jihad yang seringkali menjadi alat legitimasi bom bunuh diri bagi para ekstremis, pemaknaan jihad harus dipahami lebih luas. Dengan kata lain, jika jihad dengan melakukan kekerasan, mencelakai orang lain, dan merusak fasilitas publik, dipastikan jihad tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam yang diteladankan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya.

Pernah suatu ketika terdapat seseorang dengan gagah berani berperang. Para sahabat menceritakan kehebatan orang tersebut kepada Rasulullah Saw Kehebatannya itu diakui karena dia selalu berada di garda depan ketika perang melawan musuh. Sabetan pedangnya tidak henti-hentinya menumpas orang-orang kafir.

Namun jawaban Rasulullah sangat mengejutkan. Nabi Muhammad menyatakan bahwa orang tersebut adalah penghuni neraka. Mendengar perkataan Nabi Muhammad, para sahabat terheran-heran.

Disampaikan oleh Sahl bin Said bahwa
di kalangan orang-orang Islam ada seseorang yang senantiasa menebaskan pedangnya kepada orang-orang musyrik; baik yang sedang bergerombol maupun sendirian. Ia lalu mengatakan kepada Rasulullah:

“Alangkah besarnya pahala orang tersebut, alangkah besarnya pahala dia.”

Kemudian Rasulullah bersabda:

“sesungguhnya orang itu adalah penghuni neraka.”

Kemudian mereka berkata:

“siapakah orangnya di antara kita yang akan menjadi penghuni surg jika orang (seperti ini) saja akan masuk neraka?”

Ada seorang dari mereka berkata yang membenarkan bahwa salah seorang tersebut bunuh diri untuk mempercepat kematiannya.

“Aku benar-benar selalu mengikutinya, saat dia bergerak cepat dan lambat, aku selalu bersamanya, sampai kemudian ia terluka. Kemudian dia mempercepat kematiannya. Dia meletakkan gagang pedangnya di tanah dan ujungnya di dadanya, kemudian dia menusukkan dirinya dengan pedang itu dan dia melakukan bunuh diri.”

Kemudian datang seseorang (yang tadi selalu menyertainya) menemui Nabi Muhammad SAW dan berkata:

“Aku bersaksi bahwa Anda adalah utusan Allah SWT.”

Lalu Nabi Muhammad menanyakan apa yang terjadi dan dia pun menceritakannya. Kemudian Nabi SAW bersabda:

“Sesungguhnya orang tersebut sedang melakukan amalan-amalan penghuni surga sebagaimana yang nampak kepada orang lain padahal dia termasuk penghuni neraka. Dan dia itu sedang melakukan amalan-amalan penghuni neraka seperti yang nampak pada orang lain (padahal) dan dia adalah penghuni surga.”

Kisah di atas merupakan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here