Cerita Pengungsi dari Pulau Sebesi

184

Oleh: Anjik Setiawan (Tim SIGAB LAZ NH)

Seribu lebih pengungsi dari pulau Sebesi Lampung Selatan dievakuasi. Dentuman berkali-kali Gunung Anak Karakatau, membuat para warga harus diungsikan dari pulau itu.

Mereka dikumpulkan di gedung tenis di Kabupaten Kalianda. Anak-anak, ibu-ibu serta manula berkumpul jadi satu.

Di lokasi pengungsian kami melihat kekurangan. Antara lain: tikar, selimut, pampers dan makanan bergizi.

Seharian kami membeli tambahan logistik. Sementara itu, survey pengungsian yang tercatat 25 posko.

Kami menyiapkan barang untuk penyerahan bantuan esok. Di antaranya pangan, seperti makanan siap saji, beras, susu bayi, dan makanan bayi.

Kami juga membeli kebutuhan sandang, di antaranya tikar, selimut, pakaian dan pampers.

Esok kami akan fokus penyaluran di Posko Way Muli, Jugung, Kunjir dan pengungsian dari pulau Sebesi. Kami menyalurkan bantuan yang paling dibutuhkan para pengungsi.

Sementara suara dentuman Gunung Anak Krakatau terdengar di pos kami. Di desa Hargo Pancuran Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, rata-rata jaraknya 2 detik sekali berbunyi.

Kami hanya bisa terus berdoa. Semoga tidak ada kejadian yang berdampak adanya korban jiwa. Semua diberi keselamatan dan kemudahan. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here