Cerita Gus Baha Pernah Kurban Ayam

324
Gus Baha. (Foto: Santri Gayeng)

Jakarta, Muslim Obsession – Dalam Islam kurban adalah ibadah yang dianjurkan saat merayakan hari raya Idul Adha. Hewan yang disyaratkan untuk berkurban adalah sapi, unta, kerbau, dan juga kambing sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Namun KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha dalam sebuah ceramahnya pernah berkurban ayam pada saat Idul Adha. Namun hal itu dilakukannya dengan alasan tertentu, dimana kondisi Gus Baha dalam keadaan tidak punya banyak uang.

Baca juga: Puluhan Dosen dan Mahasiswa UMM Belajar Ngaji kepada Gus Baha

Baca juga: Gus Baha: Yang Bilang Doa Tak Sampai ke Mayit Salah Besar

“Saya dulu juga pernah melarat dan kalau Idul Adha saya ke pasar beli daging sekilo atau ayam untuk disembelih, butuhnya hanya karena Allah telah melarang puasa pada hari Idul Adha, karena hari makan–makan,” ujar Gus Baha dalam ceramahnya yang tersebar di media sosial.

“Alasan kedua supaya tidak tamak kepada panitia Masjid yang sedang membagi daging, karena kalau kamu tamak pasti akan kecewa dan menggerutu,” ungkapnya.

Baca juga: Gus Baha Patahkan Argumen yang Menyebut Semua Agama Sama

Baca juga: Gus Baha: Orang Makan Bisa Terjebak pada Kesyirikan

“Sudah miskin, menggerutu, hasut, kan jadi berlipat – lipat dosanya, jangan sampai itu nanti termasuk golongan orang yang tambah fakir tambah ngawur seperti hadis nabi: كاد الفقر ان يكون كفرا (Kaadal faqru An Yakuuna Kufron: kemiskinan mendorong berbuat kufur),” tegasnya.

Menurut Gus Baha, yang demikian itu pernah juga dilakukan oleh sahabat Nabi bernama Ibnu Abbas yang ketika hari raya Idul Adha menyembelih ayam. Ketika itu Ibnu Abbas pernah ditanya.

“Apakah ini kurban?”
“Tidak!” jawabnya.
“Kok ayam?”
“Apa ada syari’at kurban ayam?”
“Tidak!” tegasnya lagi.
“Pokoknya kata Allah, hari ini adalah yaumu aklin wa syurbin (hari makan-makan). Ya sudah saya makan-makan!” terang Ibnu Abbas.

Baca juga: Gus Baha: Komunis Terzhalimi Atau Tidak, Tetap Salah

Baca juga: Gus Baha Jelaskan Keistimewaan Ayat Kursi

Namun agar tidak terjadi kontroversi, Gus Baha mengingatkan, karena niatnya mengikuti perintah Allah untuk makan-makan, maka ayamnya dikonsumsi sendiri saja dan tidak perlu dibawa ke panitia penyembelihan di masjid.

“Seandainya satu kampung ada 300 orang, yang kaya kurban sapi, yang agak kaya kurban kambing yang miskin menyembelih ayam, maka jadilah makan-makan satu kampung seperti yang disebut Allah yaumu aklin wa syurbin tadi,” pungkas Gus Baha.

Apa yang disampaikan Gus Baha terkait menyembelih ayam ini konteksnya adalah menghindari sifat tamak, karena kadangkala orang tidak puas dengan mendapat satu kantong daging kurban, inginnya mendapat jatah banyak, dengan mengabaikan hak orang lain yang lebih layak mendapatkan. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here