Cerita Dokter Tirta, Mimpi Ketemu Malaikat Sebelum Mualaf

224

Jakarta, Muslim Obsession – Tirta Mandira Hudhi, sepintas terlihat bukan seorang dokter atau orang yang ahli dalam dunia kesehatan. Pasalnya, ia selama ini dikenal sebagai orang yang doyan ngomong, doyan melontarkan kritik, tak ubahnya seperti aktivis.

Namun siapa sangka, Tirta Mandira Hudhi adalah seorang dokter. Bahkan dia adalah seorang mualaf yang mengikuti jejak ayahnya setelah berusia 22 tahun. Kisah hidup dokter Tirta memang menarik, termasuk kisah mengapa dia kemudian berpindah agama.

Dalam chanel chanel YouTube Denny Sumargo, CURHAT BANG Denny Sumargo, dr. Tirta meceritakan kisah hidupnya bahwa dia dulunya adalah seorang Katolik yang taat.

“Dulu elokan Katolik ya, terus kok bisa (mualaf). Gimana awalnya, Itukan bagian dari perjalanan hidup elo. Itu sekitar umur 22 tahun?” tanya Denny.

“Gw tuh dijaman kecil, karena gue sendiri, sering mampir ke TPA, Kamis. Minggu mampir ke sekolah minggu. Jadi gue berpikir kalau gue ke dua tempat ibadah akan dapat voucher ke surga tambah banyak,” ujar Tirta.

“Di usia 22, gue memutuskan muslim. Dan ada beberapa hidayah di mimpi gue. Gue di mualafkan di Masjid Gemawang oleh Kiai Zumroni di Monjali,” ungkapnya.

“Hidaya apa yang elo dapat di mimpi elo,” tanya Denny.

Dokter Tirta mengaku sebelum menjadi mualaf, dirinya pernah mimpi ditemui mualaf.

“Gue mimpi tidur jam 4 sore, cape banget lihat tubuh gw sendiri, diangkat ke atas dan ada bangunan gede hitam dijaga dua malaikat, gue mau masuk pintu itu gak diizinin. Sama malaikat itu disuruh jalan ke ruma kecil warna hijau. Dan ternyata itu adalah rumah Kiai Zumroni yang mualafin,” tutur dokter Tirta.

Selanjutnya di sana ia mengaku melihat sembilan kyai dan ada satu keranda warna hijau di tengah-tengahnya.

“Gue disuruh buka keranda dan ada orang di sana dan kerandanya bangkit, ada wajahnya bersinar banget gak keliatan wajahnya. gue kemudian hanya dikasih amplop sama dia dimasukin ke saku. Gue tanya, ini amplop apaan. Dia cuma jawab, suatu saat elo akan tahu yang akan harus elo lakuin.”

Setelah kejadian itu, dokter Tirta mengaku selama empat hari berturut-turut mendengar adzan di telinganya non-stop.

“Same gue gak bisa tidur karena denger adzan itu. Gue berpikir, apakah gue terkait Islam, dan mualaf. Gue akhirnya baca-baca buku tentang Islam, dan di sana gue temui bahwa Islam mengajarkan sebuah nilai keikhlasan. Sementara gue sendiri mengakui gak bisa ikhlas. Dan akhirnya gue menjadi mualaf dan menikah dengan perempuan muslim,” cerita dokter Tirta. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here