Cegah Corona, Parmusi Gelar Mukernas VI Melalui Video Teleconference

256

Jakarta, Muslim Obsession – Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke VI. Jika biasanya Mukernas dilakukan secara darat. Kali ini Mukernas digelar dengan menggunakan teleconference. Cara itu dilakukan menyusul adanya wabah virus corona, sekaligus sebagai upaya pencegahan agar virus tidak menyebar.

Mengapa Mukernas Parmusi VI diadakan? Hal ini tidak lepas dari rencana diadakannya Muktamar Parmusi ke IV yang akan berlangsung pada 27-29 Maret 2019. Namun karena adanya situasi darurat, yakni semakin meluasnya penyebaran virus corona, maka atas dasar kajian, dan berbagai macam pertimbangan termasuk masukan dari pengurus wilayah, Muktamar akhirnya ditunda.

Disisi lain, Sekjen Parmusi Abdurahman Syagaff mengatakan, masa jabatan Pengurusa Pusat (PP) Parmusi di bawah kepemimpinan H. Usamah Hisyam untuk periode 2015-2020 akan habis pada 29 Maret ini. Sementara tidak ada ketentuan yang mengatur perpanjangan masa jabatan dalam hal terjadi force majeure sebagaimana situasi saat ini, dimana Muktamar harus ditunda.

Karenanya, untuk membahas perpanjangan kepengurusan Parmusi di bawah kepemimpinan Usamah Hisyam, secara konstitusi disepakati adanya Mukernas VI. Hal itu sesuai dengan Pasal 32 ayat (2) dalam Anggaran Rumah Tangga Parmusi, yang menyebut Mukernas diadakan untuk:

“Pertama, memusyawarahkan dan mengambil keputusan mengenai permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan keputusan Muktamar. Kemudian mempersiapkan pelaksanaan Muktamar yang akan datang. Lalu yang terakhir memusyawarahkan dan memutuskan permasalahan Parmusi dan perjuangan yang sangat mendesak,” ujar Abdurahman, Jumat (27/3/2020).

Abdurahman menegaskan, bahwa Mukernas ini adalah forum konstitusional untuk mengatur jalannya roda organisasi jika terjadi kekosongan karena ditundanya Muktamar. Baik pengurus pusat, wilayah dan daerah semua sepakat bahwa untuk mengatur jalannya organisasi perlu diadakan Mukernas yang digelar menggunakan video teleconference.

Melalui Mukernas ini sekaligus menjadi dasar untuk melanjutkan program gerakan dakwah Parmusi. Sebab, jika tidak ada payung hukum dalam kepengurusan saat ini, maka otomatis program gerakan dakwah Desa Madani Parmusi yang sudah dirancang dan diimplementasikan pada masa kepemimpinan Usamah Hisyam tidak bisa dilanjutkan karena kepengurusannya habis pada akhir Maret.

“Makanya tema Mukernas itu adalah Hikmah Wabah Covid 19 di Balik Konstitusi dan Program Dakwah Parmusi,” tuturnya.

“Karena untuk melanjutkan program dakwah Desa Madani Parmusi, secara otomatis perlu ada kelanjutan kepemimpinan yang sah. Sehingga dalam Mukernas itu secara konstitusi kita bahas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) Panitia Muktamar IV Parmusi, Dewi Achyani menambahkan, dalam Mukernas ini ada dua tema besar yang akan dibahas. Pertama, urgensi konstitusi Parmusi di tengah mitigasi penyebaran covid-19.

Kedua, yakni menggerakan dakwah Ilallah di antara covid-19. Dari dua tema itu, Parmusi tetap menghimbau kepada para Dai Parmusi di seluruh Indonesia agar kegiatan dakwah tetap berjalan sebagaimana mestinya. Tentunya dengan berbagai macam metode yang dipakai, meski kondisi saat ini terjadi wabah corona.

Sejauh ini, dari total 26 wilayah yang sudah terbentuk, Dewi menyebut sudah ada 18 wilayah yang sudah berhasil masuk dalam video conference melalui aplikasi zoom. Panitia terus mendorong 12 wilayah lain untuk dapat masuk dalam Mukernas VI. Dan rencananya Mukernas akan diadakan pada Ahad 29 Maret 2020.

“Memang belum semua pengurus wilayah bisa tersambung dalam video conference karena adanya kendala teknis. Seperti sinyal yang kurang baik. Karena kondisi di wilayah kan tidak sama dengan yang ada di kota. Tapi kita terus mendorong agar 26 wilayah bisa tersambungkan,” jelasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here