Catatan Kecil untuk Ulama Besar Syekh Ali Jaber

108

Oleh: Zainut Tauhid Sa’adi (Wakil Menteri Agama RI)

Bangsa Indonesia kehilangan seorang tokoh ulama besar. Figur yang sepenuh hidupnya diabdikan untuk jalan dakwah mengajak kebaikan dengan penuh hikmah, bahasa yang santun dan memberikan contoh keteladanan yang mulia.

Syeh Ali Jaber dalam setiap ceramahnya selalu menggunakan kalimat yang sejuk, jauh dari agitasi, fitnah dan provokasi. Pesan-pesan agama yang disampaikan sarat dengan nilai kemanusiaan, kasih sayang dan persaudaraan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Syeh Ali Jaber adalah seorang ulama yang tidak hanya memiliki pemahaman ajaran agama yang mendalam, tetapi beliau juga seorang yang taat dalam beragama dan mengamalkan ilmu agamanya.

Syeh Ali Jaber adalah seorang ulama yang hapal Al-Quran (hafidz) dan mencintai anak-anak yang ingin belajar dan menghapal Al-Quran. Dari bimbingan beliau banyak lahir para hafidz dan hafidzah yang andal. Dengan akhlak mulianya, beliau tidak sungkan untuk mencium tangan dan kepala serta memeluk seorang anak yang masih belia usianya karena anak tersebut hapal Al-Quran dan memiliki bacaan Al-Quran yang fasih dan indah.

Tidak hanya itu beliau juga tidak jarang memberikan hadiah baik dalam bentuk beasiswa ataupun ibadah umrah. Hal tersebut membuktikan beliau seorang yang sangat mencintai hal yang berhubungan dengan Al-Quran.

Masih belum hilang dari ingatan kita bagaimana beliau mengubah kehidupan Muhammad Gifari Akbar (16), setelah viral karena mengaji di trotoar Jalan Braga, Kota Bandung. Akbar meninggalkan pekerjaannya menjadi pemulung. Akbar harus tinggal di jalanan, diterpa dinginnya udara Kota Bandung.

Remaja dari Kabupaten Garut itu kini menjadi anak angkat ulama besar Syekh Ali Jaber. Dia juga dimasukkan ke salah satu pesantren di Cipanas, Kabupaten Cianjur. Bahkan, pada Desember mendatang, Syekh Ali Jaber berencana memboyong Akbar menunaikan ibadah umrah dan bertemu dengan imam besar di Arab Saudi.

Ulama yang rendah hati, santun dan lemah lembut itu telah meninggalkan kita. Suara merdu yang senang melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran, tutur kata yang santun dan tenang itu sudah tidak bisa kita dengarkan lagi. Namun, pesan-pesan indah sarat makna akan terus membekas dan melekat dalam hati kita semuanya.

Selamat jalan Syekh, semoga Allah Yang Maha Rahim memberikan tempat mulia untukmu di surga bersama para kekasih-Nya…Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here