Catatan Akhir Tahun

798

Oleh: Laode MK

Bismillahirrahmanirrahim

Sahabat….

Tak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 1438 H. Sebelum fajar di tahun esok menjelang, ada baiknya kita melihat kembali lembaran-lembaran hari yang telah kita lalui. Iya, melihat kembali masa lalu, bukan untuk terus tenggelam, tapi untuk bangkit dan menjadi manusia baru di sisa waktu yang ada.

Bergantinya siang dan malam, hari demi hari, musim demi musim, tahun demi tahun semestinya membuat kita sadar bahwa saat ini kita sedang berada dalam sebuah perjalanan. Sejak kita dilahirkan, sejak itulah pengembaran kita dimulai, lalu kita belajar untuk mengerti bahwa dunia hanyalah tempat singgah, dan setelah itu tak ada lagi kecuali dua pilihan, indahnya surga atau pedihnya neraka wal iyaadzu billah.

Muhasabah.. Mungkin itulah hal yang tepat untuk kita lakukan sebelum memasuki tahun baru 1439 H besok. Muhasabah berarti melihat kembali setiap lembaran hidup yang pernah kita lalui, apakah ada amal sholeh yang sudah kita persembahkan untuk terus kita tingkatkan ditahun yang akan datang, atau kekurangan-kekurangan yang kelak akan kita perbaiki disaat fajar esok menjelang.

Allah azza wa jalla berfirman yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS: Al-Hasyr: 18).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Setiap hamba semestinya memiliki waktu-waktu tertentu dimana dia menyendiri di dalamnya dengan do’a, dzikir,shalat, tafakkur dan untuk melakukan muhasabah terhadap dirinya serta memperbaiki kondisi hatinya).”(Majmu’ul fataawa Jilid:10).

Jauh sebelum Syaikhul Islam, Imam Al-Hasan Al-Basri pernah mengatakan: “Manusia akan senantiasa dlm kebaikan selama masih ada penasehat dlm hatinya, dan muhasabah selalu menjadi obsesinya”(Mawaa’idz Hasan Al-Basri).

Mungkin anda bertanya, “mengapa harus muhasabah…?” Itu karena banyak di antara kita yang tak peduli dengan perguliran waktu. Sebagian kita membiarkan waktu mengalir sepeti air, tanpa target, tanpa rencana dan tanpa tujuan yang jelas. Padahal waktu terlalu mahal untuk dibiarkan mengalir seperti air. Banyak diantara kita yang membiarkan waktu berlalu dengan produktivitas kebaikan yang rendah atau bahkan sia-sia, sementara orang lain telah jauh melangkah dengan berbagai macam amal sholeh.

Padahal kita sering membaca sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang artinya: “Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang mendatangkan manfaat bagimu dan jangan merasa lemah”.

Dalam hal mengefisiensikan waktu beliau pernah bersabda: ”Di antara ciri baiknya keislaman seseorang, ketika ia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya,” (HR. Tirmidzi).

Lebih jauh Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu menegaskan hal yang semakna dalam ungkapannya yang masyhur, “Tiada hari yang lebih aku sesali selain hari dimana mataharinya tenggelam pada hari itu, umurku berkurang dan amalku tidak bertambah”.

Bagi orang yang beriman bergantinya masa berarti bertambahnya ketakwaan dan ketaatan kepada Allah.

Ditengah lajunya perputaran masa, kita harus meluangkan waktu untuk merespon berbagai perubahan dalam hidup yang selama ini kita jalani. Melihat kembali keadaan diri dengan usia yang pada hakikatnya semakin berkurang. Melihat berarti mengevaluasi untuk kemudian merevisinya ke arah yang lebih baik. Ini bukan pekerjaan yang mudah, ditengah banyaknya orang yang tidak mau melihat kembali rekam jejak hidupnya, apalagi berfikir untuk merubahnya. Di butuhkan kesadaran yang mendalam untuk merespon semua itu. Iya, Kesadaran bahwa semua akan berakhir dan akan berbalas.

Kesadaran, bahwa kita hanya akan mengetam apa yang kita tanam hari ini.

Kesadaran, bahwa kita sedang berpacu dengan waktu.

Kesadaran, bahwa kematian lebih cepat datangnya dari semua angan-angan yang kita miliki. Dan kita tidak boleh lengah sedikitpun, terbuai oleh kenikmatan sesaat, hingga hidup digerogoti usia dan sampai pada keadaan tak lagi bisa melakukan perubahan yang berarti, karena renta, atau karena usia yang memang sudah selesai waktunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here