Cara Mendapatkan Lailatul Qadar Sesuai yang Dilakukan Rasulullah Meski Tetap di Rumah

454

Jakarta, Muslim Obsession – Ada moment terpenting dalam bulan Ramadhan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam, yakni malam lailatul qadar. Malam ini sangat istimewa karena digambarkan barang siapa yang mendapatkan keutamaan lailatul qadar, maka ibadah yang dilakukan setara dengan ibadah selama 1.000 bulan.

Nabi Muhammad Saw sendiri telah mengajarkan kepada umatnya untuk memperbanyak ibadah semalam penuh di masjid atau biasanya orang menyebutnya sebagai I’tikaf.

Namun disaat dunia tengah dilanda corona yang berdampak pada pembatasan aktivitas, dan seruan agar tetap berada di rumah, lantas bagaimana caranya agar bisa mendapatkan lailatul qadar? Apakah I’tikaf bisa dilakukan di rumah?

Dikutip dari saluran youtobeAl-Bahjah TV, Buya Yahya secara lengkap menjelaskan tentang malam Lailatul Qadar. Ia menyebut jika malam paling mulia ini para ulama sepakat hanya terjadi pada bulan Ramadhan. Namun, kapan waktunya itu disembunyikan oleh Allah SWT.

“Disepakati para ulama, lailatul qadar adanya di bulan Ramadhan, di antara bulan Ramadhan disembunyikan oleh Allah. Itu tanda kasih sayang Allah. Disembunyikan, tidak diberitahu,” kata Buya mengawali jawaban.

Tapi Rasulullah mengatakan, jika malam ini terjadi di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Dan terjadi pada malam-malam ganjil, seperti 21, 23, 25, 27 atau 29 di bulan Ramadhan.

“Nabi mengatakan kalau di 10 terakhir bulan Ramadhan adalah ‘arja. Ketahuilah bahwa, di 10 terakhir Ramadhan itu sangat diharapkan. Di 10 Ramadhan kita lebih mungkin mencegatnya,” tambah Buya.

Dan yang paling penting bagi imam di dalam keluarga dalam mengajak anggotanya, anak dan istri untuk lebih giat beribadah. Dan melakukan ibadah semalam penuh di masjid.

“Kalau sudah memasuki 10 Ramadhan beliau (Nabi Muhammad) membangunkan keluarganya dan beribadah dengan lebih banyak lagi. Itulah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,” lanjutnya.

Buya pun meminta kepada umat Islam agar selalu menghidupkan setiap malam di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, dan jangan dipilih-pilih. Karena amalan ibadah tersebut akan kembali lagi kepada diri masing-masing. Jenis ibadah pun bisa variasikan.

“Yang penting malam itu adalah kita tingkatkan kebaikan, sholat, baca Quran, dzikir, tafakur, merenung,” Buya menambahkan.

Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar kata dia tetap bisa dilakukan dengan Ibadah di Rumah. Ibadah yan dilakukan tidak harus di masjid, bahkan di rumah pun bisa.

“Tidak harus di masjid, bisa rumah. Jangan sampai gara-gara tidak ke masjid Anda tidak mendapatkan kebaikan. Anda jangan mau ketinggalan, bangun di malam itu, jangan mau ketinggalan,” lanjut Buya.

Siapapun yang meminta akan dipenuhi oleh Allah SWT Jangan sampai terlena dengan hanya berdiam diri di rumah.

“Jangan mau ketinggalan, bangun di malam itu. Biarpun di rumah tetap berdzikir, baca Al-Quran, baca shalawat dan seterusnya. Intinya hidupkan malam itu dengan ibadah. Itulah yang dimaksud orang menemukan malam lailatul qadar,” lanjut pengasuh pondok pesantren Al-Bahjah.

Orang yang mendapatkan lailatul qadar tidak akan tahu jika ia sudah mendapatkannya. Tidak ada tanda-tanda khusus dari malam lailatul qadar, meskipun beberapa imam besar mengalaminya.

“Orang yang mengalami lailatul qadar tidak harus tahu. Imam Nawawi ahli ibadah, puasanya banyak. Lah ente siapa. Hal-hal semacam ini perlu dirahasiakan. Mendengar ulama menceritakan pengalaman ini hanya sekedar beliau ceritakan untuk memberikan motivasi. Bukan untuk pamer,” tutup Buya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here