Cara Membayar Utang Puasa di Masa Lalu yang Tak Terhitung

197
Ustadz Adi Hidayat.

Muslim Obsession – Bulan Ramadhan sudah di depan mata. Umat Muslim di seluruh dunia semua merindukan momen-momen indah berpuasa di bulan suci tersebut.

Perintah mengerjakan puasa Ramadhan tercantum dalam firman Allah SWT di dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Dalam ayat di atas, jelas dikatakan bahwa hukum puasa Ramadhan adalah wajib. Barang siapa yang mengerjakannya akan mendapat pahala. Sebaliknya, barang siapa yang meninggalkannya akan mendapatkan dosa.

Baca Juga: Jangan Takut, Vaksin di Bulan Ramadhan Tak Batalkan Puasa

Namun meski wajib, mungkin ada beberapa alasan yang pernah dialami seorang Muslim atau Muslimah hingga mereka terpaksa tidak berpuasa. Salah satunya misalnya haidh pada wanita.

Puasa yang ditinggalkannya pun menjadi utang yang harus diganti di hari kemudian. Akan tetapi, bagaimana jika kita lupa berapa jumlah utang puasa yang harus diganti? Begini penjelasan Ustadz Adi Hidayat!

“Kata para ulama, niatkan mengqadha atau mengganti utang puasa di masa lampau, pada masa-masa senang. Kalau Anda merasa utang puasa Anda tak terhitung, silakan Anda punya waktu luang puasa di waktu puasa sunnah,” ujar Ustadz Adi, dikutip dari video ceramah yang viral di media sosial, Jumat (19/2/2021).

Misalnya, lanjut Ustadz Adi, jika orang lain puasa sunnah Senin Kamis, kita niatkan qadha puasa pada hari tersebut.

Demikian hal tersebut yang menurut para ulama supaya meringankan beban utang puasa yang tak terhitung.

“Maka Allah tidak melihat berapa banyak Anda tunaikan puasa. Namun, Allah Melihat kesungguhan yang kita lakukan di situ,” pungkas Ustadz Adi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here