Cantumkan Yerusalem Ibu Kota Israel, Penerbit Yudhistira Minta Maaf

421

Jakarta, Muslim Obsession – Merebaknya pemberitaan tentang pencantuman Yerussalem sebagai ibu kota Israel pada buku pelajaran IPS kelas VI, membuat Penerbit Yudhistira Ghalia Indonesia menyampaikan permohonan maaf.

Menurut kepala penerbitan Yudhistira Dedi Hidayat, penulisan Yerusalem sebagai ibu kota Israel itu didasarkan pada sumber internet World Population Data Sheet 2010.

“Kami menyampaikan mohon maaf sehubungan dengan informasi yang berkembang saat ini atas kesalahan penyebutan Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Dedi Hidayat, Rabu (13/12/2017).

Dedi menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui jika data yang dikutipnya belum diakui secara internasional. Apalagi sumber-sumber lain di internet, kata dia, mencantumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Kendati demikian, Dedi belum berencana untuk menarik buku-buku di pasaran. Pihaknya hanya akan melakukan revisi pada cetakan selanjutnya.

Sebelumnya ramai diberitakan, buku IPS kelas VI terbitan Yudhistira karangan Sutoyo dan Leo Agung diperdebatkan publik. Pasalnya, di dalam buku tersebut mencantumkam Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Menanggapi hal itu, pada sejak Selasa (12/12/2017), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengeluarkan kebijakan untuk menghapus buku tersebut dari daftar BSE milik Kemendikbud. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here