Calon Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo Harapan Baru

89
Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis dan Kabareskrim Komjen (Pol) Listyo Sigit Prabowo. (Foto: tiras)

Oleh: Usamah Hisyam (Wartawan Senior, Head of Chief Editors Obsession Media Group)

Presiden RI awal pekan ini sudah menerima tiga nama calon Kepala Kepolisian RI dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Ketiga nama tersebut tinggal dipilih Presiden untuk segera diajukan kepada DPR RI dalam beberapa hari ini untuk dilakukan fit and proper test serta persetujuan, karena akhir Januari 2021 ini Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis memasuki masa pensiun.

Bila menilik prestasi dan reputasi para jenderal bintang tiga (Komisaris Jenderal) aktif yang ada di jajaran Kepolisian, seluruhnya baik dan pantas untuk dipertimbangkan sebagai calon Kapolri. Karena mereka semua adalah lulusan Akademi Kepolisian, perwira yang sejak awal pendidikannya sudah bertekad untuk berbakti kepada bangsa dan negara secara professional.

Mereka juga sudah menempati berbagai penugasan dan jabatan, sudah melewati jenjang kepangkatan, loyalitas, integritas dan komitmennya terhadap bangsa dan negara, sehingga tak perlu diragukan lagi. Demikian pula komitmen kebangsaannya, terutama dalam menjaga pluralitas masyarakat untuk menciptakan Kamtibmas, tak perlu pula diragukan. Sudah saatnya para perwira tinggi Kepolisian ini mewujudkan mottonya: “Melindungi dan mengayomi masyarakat bagi semua anak bangsa”.

Insya Allah, para perwira tinggi Kepolisian ini mampu memegang doktrin Korps Bhayangkara yang sesungguhnya. Sehingga dalam memegang tampuk komando tertinggi Kepolisian, dalam menghadapi dilema dan problematika kamtibmas yang bernuansa ideologis, mereka tidak ikut tertarik ke kanan, tidak pula terseret ke kiri, serta tetap dapat menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai jangkar penegak keadilan dan kebenaran, yang selalu berada di tengah-tengah.

Rekomendasi Kompolnas kepada Presiden yang mengusulkan tiga nama calon Kapolri, tak perlu membuat para perwira tinggi lainnya gusar, atau bahkan terpecah. Menjadi Kapolri sesungguhnya amanat untuk melaksanakan tanggung jawab menciptakan kamtibmas di negeri ini, yang otoritasnya dimilikij oleh seorang Presiden sebagai pemegang kekuasaan negara yang dipercayakan oleh rakyat.

Sangat subyektif, memang. Semua tergantung pada selera dan emotional link Presiden terhadap calon yang diyakininya dapat mengemban tugas sesuai harapannya. Oleh sebab itu, para perwira tinggi Polri yang belum diusulkan Kompolnas atau dipilih Presiden dan disetujui DPR haruslah bersikap lebih dewasa dalam menyikapi pilihan Presiden dan DPR.

Janganlah bangsa ini ditarik-tarik dalam kemelut isu setback, yang bersifat kesukuan, kegamaan, dan keangkatan. Untuk mencapai kepangkatan Komisaris Besar sebagai seorang perwira Kepolisian, sangatlah sulit karena harus melewati jenjang kepangkatan, penugasan, dan masa pengabdian yang tak mudah. Apalagi untuk mencapai Komisaris Jenderal, kemudian jenderal, adalah suatu puncak pengabdian dari negara yang harus dihormati bersama.

Oleh sebab itu, rekomendasi tiga nama dari Kompolnas kepada Presiden haruslah dilihat dan dicermati secara profesional. Mereka adalah Komjen Gatot Eddy Pramono (saat ini menjadi Wakapolri), Komjen Boy Rafli Amar (Kepala BNPT), dan Komjen Listyo Sigit Prabowo (Kabareskrim).

Saya mengenali satu persatu ketiga perwira tinggi polisi tersebut bertahun-tahun. Sosok ketiganya tidak perlu digambarkan seperti isu-isu setback angkatan, kesukuan, dan agama. Ketiganya para perwira polisi profesional. Mereka semua kita harapkan dapat membawa harapan baru. Siapapun yang diamanatkan Presiden.

Termasuk bila Presiden akhirnya menetapkan Listyo Sigit Prabowo yang memiliki kedekatan emosional dengan Presiden. Kapolres Solo saat Presiden masih menjabat Wali Kota Solo, dan Ajudan Presiden RI 2014-2019. Mudah ditebak, tampaknya Komjen Listyo Sigit Prabowo yang akan mengemban Harapan Baru. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here