Busyro Muqoddas Sebut PPIH Berhasil Minimalisasi Masalah Penyelenggaraan Haji

332

Jeddah, Muslim Obsession – Mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menyebut bahwa Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah berhasil meminimalisasi masalah dalam penyelenggaraan ibadah haji 1440H/2019M.

Busyro yang juga bertugas sebagai Naib Amirul Hajj tahun ini mengatakan, keberberhasilan ini tak lain dilakukan karena petugas haji taat prinsip dan memiliki etos kerja yang baik.

“Dari jumlah PPIH secara nasional itu, pelaksanaannya di lapangan, mereka taat prinsip. Yaitu prinsip pola-pola manajemen yang sudah diterapkan garis-garis besarnya oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah,” kata Busyro seperti dikutip dari Kemenag, Senin (19/8/2019).

Etos kerja yang dimiliki PPIH yang jumlahnya sekitar 4300an tersebut diakui Busyro menggambarkan kerja tim yang bagus sekali.

Dengan dua hal ini menurut Busyro, penyelenggaraan ibadah haji dapat dilakukan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun sejak di tanah air.

Busyro mencontohkan, kesadaraan PPIH untuk taat prinsip dapat saling mendukung antara satu unsur dengan yang lain dalam memberikan pelayanan bagi jamaah-jamaah yang tergolong dalan risiko tinggi.

“Sehingga risiko-risiko tinggi tadi, walaupun masih ada, bisa berkurang. Terutama jumlah jamaah yang meninggal,” ujarnya.

Jenis masalah yang juga dapat ditangani dengan baik menurut Busyro adalah penanganan jmaah yang terpisah rombongan.

“Mereka yang terpisah dari rombongannya itu bisa segera ditangani PPIH, dan dikomunikasikan dengan baik. Ini relatif dapat mengurangi risiko-risiko lebih jauh yang mungkin terjadi,” ujar Busyro.

Tak hanya itu, etos kerja yang baik juga ditunjukkan PPIH yang menurutnya berhasil melakukan diplomasi haji.

“Saya ingin mengambil salah satu contoh, diplomasi urusan haji ini dilakukan oleh Kemenag, oleh Dubes, oleh Konjen. Sehingga kita lihat bersama, baru tahun ini penyelenggaraan ibadah haji di Arafah, kemahnya bisa disetujui untuk menggunakan AC oleh Pemerintah Saudi,” urainya.

“Ini salah satu indikator bahwa sistem manajemen petugas, tidak hanya mengandalkan manajemen internal di Indonesia saja. Tapi juga hubungan diplomasinya dengan Pemerintah Saudi,” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here