Bursa Sajadah, Pusat Perlengkapan dan Oleh-oleh Haji Umroh Paling Diminati

36
Bursa Sajadah
Di Indonesia, Bursa Sajadah menjadi pusat perlengkapan dan oleh-oleh haji umroh terbesar. (Foto: istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Lebih dari satu dasawarsa Bursa Sajadah telah berhasil menjadi pusat perlengkapan dan oleh-oleh haji umroh terbesar di Indonesia. Perusahaan yang berdiri di bawah SKV Group ini tak henti-hentinya menyajikan beragam penawaran terbaiknya terutama terkait dengan keperluan Haji dan Umroh lengkap serta oleh-olehnya.

Hal inilah yang membuat para jamaah lebih tertarik untuk berbelanja di Bursa Sajadah ketimbang harus repot-repot memenuhi bagasi dengan oleh-oleh yang kadang banyak tertahan di imigrasi.

Seperti diketahui, dari tahun ke tahun selalu ada saja barang bawaan milik jamaah yang berisi oleh-oleh terpaksa ditinggal di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi. Jumlahnya pun bisa mencapai 1-3 ton setiap tahunnya.

Barang yang tidak bisa diangkut ini dianggap melebihi kapasitas dan melanggar ketentuan penerbangan. Akhirnya, para jamaah pun harus rela barang-barang tersebut ditinggal begitu saja.

Sementara dari pihak penerbangan sudah membatasi barang bawaan jamaah hanya 32 kilogram, dan tas tenteng 5-7 kilogram. Karena ketentuan ini, para jamaah dipastikan tidak bisa bebas dan puas untuk membawa oleh-oleh.

”Jadi sayang sekali kalau oleh-oleh yang sudah dibeli tidak bisa dibawa pulang. Kalau pun bisa, biayanya juga akan lebih mahal. Belum lagi kalau repotnya kita dalam perjalanan membawa barang bawaan dan oleh-oleh,”ucap Heera SKV—CEO SKV Group—saat dihubungi, Sabtu (1/12/2018).

Mengusung tema “One Stop Shopping”, Bursa Sajadah telah menjadi magnet tersendiri bagi para pemburu keperluan Haji dan Umroh. Pasalnya, toko tersebut menyediakan berbagai macam keperluan yang lengkap dan tentunya berkualitas. Terlebih toko ini menjadi begitu diminati bagi orang-orang yang sangat sibuk.

“Jadi di sini jamaah tidak perlu khawatir terkait kelengkapan kebutuhan Haji dan Umroh beserta oleh-olehnya. Karena apa yang ada di sini itu sama dengan yang ada di Arab Saudi, kurma contohnya. Kan kita dapatnya juga dari sana,” tambahnya.

Sementara itu, terkait dengan era digitalisasi, Bursa Sajadah terus mengembangkan dan melakukan penyesuaian dengan perkembangan zaman. Saat ini Bursa Sajadah telah memiliki website yang mempermudah pelanggan untuk bertransaksi online. Kendati demikian, Bursa Sajadah mengkombinasikan antara digital dan konvensional, karena keduanya memiliki pasar tersendiri.

“Digital saat ini sangat luar biasa, kami harus mengikuti sesuai dengan perkembangan zaman. Bursa sajadah kami tap in ke sana. Sejak 2015 kami sudah setting digital, baik itu dari website, sosial media,” tutur Heera SKV.

“Meski saat ini belum sebesar yang lainnya, tapi kami terus belajar, semoga suatu saat nanti kami bisa seperti raksasa-raksasa di luar sana. Namun kami tidak meninggalkan sistem offline, kami hanya mengembangkan digital ataupun memadukan antar keduanya,” sambung perempuan yang pada 7 Desember ini tengah bersiap untuk mewakili Indonesia dalam acara Global Women Leaders Forum 2018, Korea Selatan.

Saat ini Bursa Sajadah sudah tersebar dibeberapa kota dengan 10 toko yang tersebar di Bandung, Jakarta, Bekasi, Bogor, Bumi Serpong Damai (BSD), Cibubur, Malang, Surabaya, dan Serang. Pihaknya juga akan terus meningkatkan kualitas, agar masyarakat lebih mudah untuk mendapatkan keperluan untuk Haji dan Umroh beserta oleh-olehnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here