Bung Karno dan Bung Hatta Lebih Samurai dari Samurai

767
Bung Karno dan Bung Hatta
Bung Karno dan Bung Hatta saat membacakan teks Proklamasi.
Lukman Hakiem
Lukman Hakiem.

Oleh: Lukman Hakiem (Peminat Sejarah)

Dalam ceramah di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, 14 April 1970, Menteri Luar Negeri pada Kabinet M. Natsir (1950-1951), Mr. Mohamad Roem, mengungkapkan percakapannya dengan seorang wartawan Belanda, Ny. Oesthoek. Roem mengenal Ny. Oesthoek saat menjadi anggota delegasi Republik Indonesia  pada Konferensi Meja Bundar (KMB).

Menurut Ny. Oesthoek, pada permulaan tahun 1950, rakyat Belanda diliputi oleh suasana pesimistis. Sedangkan rakyat Indonesia sedang berada dalam suasana optimisme.
Kecuali itu, menurut Ny. Oesthoek, hasil perjuangan rakyat Indonesia jauh melebihi pengorbanan yang telah mereka berikan.

Roem tercekat mendengar penilaian Ny. Oesthoek. Penilaian itu dia sanggah dengan mengatakan bahwa pengorbanan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan, cukup besar. Meskipun demikian, diam-diam Roem merenungkan penilaian Ny. Oesthoek.

Mengenang kembali perjuangan merebut kemerdekaan, Roem mengakui ada penyelesaian yang datang dari luar usaha atau kemampuan rakyat. Ada suatu keadaan yang kita tidak membuatnya, tetapi menguntungkan perjuangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here