Bunda Maria Al-Qibtiyyah Berduka di Hari Kusuf

64

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Gerhana ada dua, yakni Gerhana Bulan yang disebut Khusuf (خسوف) dan Gerhana Matahari yang disebut Kusuf (كسوف).

الفرق بين كسوف الشمس وخسوف القمر تعتمد على الترتيب الفلكي للكواكب

كسوف الشمس يحدث في النهار و يكون القمر بين الشمس والأرض فيحجب القمر أشعة الشمس عن الأرض فيحدث الكسوف للشمس. أما في خسوف القمر فيحدث بالليل وتكون الأرض بين الشمس والقمر فتحجب الأرض قرص الشمس عن القمر فيحدث خسوف للقمر

Setiap Muslim yang mengetahui terjadi gerhana, dianjurkan shalat sunnah Kusuf untuk Gerhana Matahari, dan shalat Khusuf untuk Gerhana Bulan.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sungguh, Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan tidak terjadi karena oleh kematian atau kelahiran seseorang, tetapi itu merupakan salah satu tanda kebesaran Allah Ta’ala. Karenanya, bila kalian melihat Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan, bangkit dan shalatlah,” (Hadis Sahih Riwayat Al-Imam Al-Bukhari-Muslim).

Shalat sunnah Gerhana Matahari (Kusuf) pertama kali disyariatkan pada tahun kedua Hijriyah, sedangkan shalat sunnah Gerhana Bulan (Khusuf) dimulai pada tahun kelima Hijriyah.

Hukum menjalankan shalat Gerhana adalah sunnah Muakkad, hampir Wajib. Dasarnya adalah Al-Quran, yang artinya:

“Sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Jangan kalian bersujud pada Matahari dan jangan (pula) pada Bulan, tetapi bersujudlah kalian kepada Allah yang menciptakan semua itu, jika kamu hanya menyembah-Nya,” (QS Fusshilat [41]: 37).

TRUE STORY:

Rasulullah ﷺ mempunyai tujuh orang anak: Empat anak perempuan dan tiga anak laki laki. Empat anak perempuan dan dua anak laki-laki lahir dari rahim Bunda Khadijah Binti Khuwailid, dan satu anak laki-laki bernama Ibrahim lahir dari Bunda Maria Al-Qibtiyyah.

Empat anak perempuannya, tumbuh berkembang hingga dewasa dan menikah. Sedangkan anak laki-laki yang tiga orang itu, semuanya meninggal di bawah usia 2 tahun.

Jadi tidak ada lagi silsilah keturunan Nabi ﷺ dari anak laki-lakinya, karena semua meninggal di waktu kecil sebelum berusia.

Saat putera Rasulullah ﷺ yang tinggal satu-satunya bernama Ibrahim meninggal, pas bertepatan di hari terjadinya Gerhana Matahari.

Kejadian gerhana ini, timbul anggapan di masyarakat luas, bahwa Kusuf atau Gerhana Matahari yang terjadi, karena disebabkan kematian putra Rasulullah ﷺ yang baru berusia 16 bulan bernama Ibrahim.

Dalam suasana Rasulullah ﷺ dan Bunda Maria Al-Qibtiyyah bersedih karena kepergian Ibrahim, putra tercintanya, maka Rasulullah ﷺ mengumpulkan umat, mengajak shalat Kusuf berjamaah. Setelah selesai shalat, Rasulullah ﷺ berdiri untuk berkhutbah.

Inti dari khutbah singkat Rasulullah ﷺ adalah:

1. Menegaskan bahwa peristiwa Gerhana Matahari yang disebut Kusuf atau Gerhana Bulan yang disebut Khusuf, tidaklah berkaitan dengan kematian seseorang, bukan juga berkaitan dengan kelahiran seseorang;

2. Gerhana adalah tanda kekuasaan Allah, fenomena alam ciptaan Allah, sebagai isyarat atau “alarm kecil” kepada Hamba-Nya agar mengurangi kemungkaran, dan segera tambah mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak istighfar, doa, dan sedekah.

3. Jika Allah Swt. membuka tabir alam ghaib, dan manusia bisa melihat apa adanya, maka manusia tidak akan mampu banyak tertawa, sebaliknya akan banyak menangis.

Demikian inti dari Khutbah Gerhana Matahari Rasulullah ﷺ sebagai berikut:

إن الشَّمس و القَمَر آيتانِ مِنْ آيَاتِ الله لاَ تنْخَسِفَانِ لِمَوتِ أحد. وَلاَ لِحَيَاتِهِ. فَإذَا رَأيتمْ ذلك فَادعُوا الله وَكبروا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقوا

Sungguh, Matahari dan Bulan adalah tanda kekuasaan Allah, gerhana tidak terjadi karena kematian seseorang atau karena kelahiran sesorang.

Jika kalian melihat peristiwa gerhana, maka perbanyak berdoa kepada Allah, perbanyak Takbir, kerjakan shalat, dan perbanyaklah sedekah.

Lalu beliau mengimbau hadirin;

يَا أمةَ مُحمَّد والله مَا مِنْ أحَد أغْيَرُ مِنَ الله سُبْحَانَهُ من أن يَزْنَي عَبْدُهُ أوْ تَزني أمَتُهُ. يَا أمةَ مُحَمد، وَالله لو تَعْلمُونَ مَا أعلم لضَحكْتُمْ قَليلاً وَلَبَكَيتم كثِيرا

“Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada yang lebih pencemburu dari pada Allah, melebihi cemburunya kalian ketika budak lelaki dan budak perempuan kalian berzina. Wahai umat Muhammad, demi Allah, andai kalian mengetaui apa yang aku ketahui, kalian akan sedikit tertawa dan akan banyak menangis,” (Hadis Sahih Riwayat Al-Imam Al-Bukhari 1044 & Muslim 2127).

POINTERS:

1. Jika terjadi gerhana, lakukan Shalat Gerhana. Hukumnya Sunnah Muakkad, hampir wajib.

2. Setelah shalat, jika berjamaah, ada khutbah singkat. Jika dilakukan sendiri-sendiri di rumah, tidak ada khutbah.

3. Niat Shalat Gerhana:

a) Niat Shalat Gerhana Bulan:

اصلى صلاة الخسوف ركعتين لله تعالى

Ushallii shalaatal khusuufi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

“Saya niat Shalat Sunnah Gerhana Bulan dua rakaat karena Allah Ta’ala”.

b) Niat Shalat Gerhana Matahari:

اصلى صلاة الكسوف ركعتين لله تعالى

Ushalli shalaatal kusuufi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

“Saya niat Shalat sunnah Gerhana Matahari karena Allah Ta’ala”.

c) Tidak disyariatkan Adzan dan Iqamah dalam rangkaian Shalat Gerhana. Namun, disunnahkan salah seorang menyeru jamaah untuk melakukan shalat dengan seruan:

الصلاة جامعة

Ash-shalaatu jaami’ah. (Mari kita shalat berjama’ah).

Semoga kita bisa memanfaatkan peristiwa Gerhana, memperbanyak istighfar, doa dan sedekah. Semoga Allah Swt. menerima semua ibadah kita dan mengampuni semua dosa kita. Aamiin Yaa Allah.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here