Bulan Ramadhan, Relawan Indonesia Beri Bantuan untuk Rakyat Palestina dan Suriah

288

Jordania, Muslim Obsession – Jordania selama ini menjadi negara terbesar yang menampung para pengungsi Palestina dan Suriah. Sebab, negara ini berbatasan dengan kedua negara tersebut yang masih terjadi konflik perang dalam negeri. Banyak sudara-saudara muslim di sana yang hidup dalam kesusahan.

Atas dasar itu, relawan dari Indonesia Eko Sulistio kembali mendatangi Jordania untuk memberikan bantuan kepada rakyat Palestina dan Suriah yang mengungsi di kamp-kamp pebatasan. Bantuan diberikan pada bulan suci Ramadhan untuk berbagi keberkahan.

Eko mengungkapkan, jumlah pengungsi Palestina kurang lebih 2,5Juta jiwa dan para pengungsi Suriah kurang lebih 1 juta jiwa yang tersebar di kamp-kamp pengungsian Palestina dan kamp-kamp pengungsian Suriah di Jordania. Pendistribusian terhadap para pengungsi sempat mengalami kesulitan.

“Pertama karena adanya pandemi Covid-19. Aturan ke negara lain diperketat, sehingga gerak kita tidak bisa leluasa. Covid-19 ini juga mengakibatkan banyak bantuan dari negara donor sangat minim. Padahal bertahun-tahun hidup mereka hanya mengandalkan bantuan dari negara donor,” ujar Eko kepada Muslim Obsession, Ahad (9/10/2021).



Atas dasar itu, di moment Ramadhan ini, Eko kembali mendatangi para pengungsi Suriah dan Palestina di Jordania untuk berbagi keberkahan terhadap sesama saudara Muslim. Di antaranya berbagi bahan makanan, obat-obatan, masker, multi vitamin, paket berbuka puasa, dan mushaf Al-Quran.

“Aksi kemanusiaan ini sudah dikakukan sejak 28 April 2021, hingga 27 Mei 2021,” terangnya.

Eko yang dibantu oleh Himpunan Pelajar & Mahasiswa Indonesia di Jordania mengirimkan bantuan yang datang dari masyarakat Indonesia melalui beberapa lembaga kemanusiaan. Salah Satunya dari DT Peduli, Infaqu Indonesia, AS Syamil Peduli, Al Marhamah, Yayasan Hasanah Titik BNI Syariah, dan beberapa bantuan yang Siarnya personal.

Adapun bantuan yang diberikan, yakni:

– Beras total sebanyak 15 ton.
– Cooking oil / minyak goreng total sebanyak ± 15.000 Liter
– Bawang merah 40.000 kg
– Kacang-kacangan ± 40.000Kg
– Gula ± 40.000Kg
– Mie kuning ±25.000 pack
– Mie putih ±25.000 pack
– Garam ±4Ton
– Tepung ±4Ton
– Susu 250.000 ± kaleng
– Kentang ± 4 ton
– Keju 1000 batang
– Roti 500 Kg
– Daging ayam beku sebanyak 1500 Ekor
– Biscuit 5000 Pack
– Coklat 3000 Batang


“Paket bantuan makanan keluarga ini
diperuntukan untuk kurang lebih 1500
kepala keluarga yang tersebar di kamp-kamp pengungsian Palestina dan Suriah di Jordania,” ujarnya.

Kamp-kamp pengungsian tersebut antara lain, kamp pengungsian Suriah
Kamp AlBay’at, di provinsi Mafraq Jordania, perbatasan dengan Suriah. Kamp pengungsian Suriah, kamp Defiana
di provinsi Mafraq Jordania, perbatasan Suriah

Kamp pengungsian Suriah, kamp Rom’Syah di profinsi Irbit, Jordania
Perbatasan Suriah, kamp pengungsian Palestina, kamp Suff di provinsi Jerash, Jordania. Kamp pengungsian Palestina
kamp Gaza di provinsi Jerash, Jordania dan di kamp pengungsian Palestina
di kamp Syuk’nah, di provinsi Zarqo.

Eko mengungkapkan, kondisi terakhir para pengungsi yang sampai saat ini masih diblokade secara ekonomi. Mereka tak punya hak bekerja, tak punya hak pendidikan, dan hak kesehatan. Banyak anak-anak Suriah dan Palestina hanya mengenyam pendidikan dasar.

“Kondisi ini diperparah dengan gelombag panas yang menimpa kawasan Timur Tengah dengan suhu mencapai 40 derajat celcius. Hidup di padang gurun pasir mereka juga kesulitan air bersih,” jelas Eko.

Meski tidak bisa menyelesaikan konflik yang ada di Suriah dan Palestina, tapi setidaknya bantuan yang diberikan oleh relawan Indonesia ini bisa meringankan beban mereka. Sekaligus menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia masih peduli dan cinta terhadap rakyat Palestina dan Suriah. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here