Bukan Einstein, Siapa Manusia Paling Cerdas?

296

Muslim Obsession – Apakah penting mengetahui siapa manusia paling cerdas? Bagi sebagian orang mungkin tak penting, karena kecerdasan sering dianggap sebagai bukan faktor utama kesuksesan hidup.

Tapi memiliki kecerdasan justru sangat penting, karena melalui kecerdasan bisa diukur seberapa optimal seseorang memanfaatkan salah satu nikmat terbesar dari Allah ‘azza wa jalla, yaitu akal.

Pakar kesehatan islami, dr. Zaidul Akbar menguraikan siapa saja manusia paling cerdas. Melalui akun Instagramnya, dokter yang kerap disapa ustadz ini menukil pendapat Ibnu Jauzi bahwa kecerdasan sejatinya adalah hal yang secara umum Allah berikan kepada manusia karena manusia diberikan akal.

“Itu premis umumnya ya, meski tak semua manusia mampu dan dikehendaki Allah menggunakan akal tadi secara sempurna,” tulisnya.

Berdasarkan pendapat Ibnu Jauzi tadi, dr. Zaidul Akbar memaparkan bahwa urutan manusia-manusia pilihan yang akal kecerdasannya di atas manusia rata-rata adalah para Nabi dan Rasul, Sahabat Rasulullah ﷺ, Tabiin dan Tabiut tabiin.

Berikutnya adalah para ulama dan pemimpin Islam yang ditunjukan dari karya dan peradaban yang mereka bangun.

Para ulama dan pemimpin Islam dijadikan patokan, karena menurutnya, memimpin peradaban selama 1.300 tahun lebih sepanjang era keemasan Islam tentunya memerlukan orang-orang cerdas.

“Jadi jangan lagi bilang Einstein paling tinggi IQ-nya yaaa.. Sama Imam Syafii udah lewat Einstein IQ-nya. Ga usah dibandingkan dengan sahabat Rasulullah ﷺ dulu dengan kemampuan luar biasa mereka,” jelas dr. Zaidul Akbar.

Dalam postingannya tersebut, dr. Zaidul Akbar juga menerangkan tentang jumlah kata dalam Al-Quran. Fadhl bin Syadan meriwayatkan dari Atha’ bin Yasar, yang mengatakan ada 77.439 kata yang terkandung di dalam Al-Quran.

Sedangkan jumlah hurufnya, diriwayatkan oleh Abdullah bin Katsir, dari Mujahid mengatakan bahwa jumlah huruf Al-Quran ada 321.180. (Tafsir Ibn Katsir, 1/98).

Kecerdasan Imam Syafii dipandang sangat luar biasa karena sudah hafal Al-Quran di usia 8 tahun. Menurut dr. Zaidul Akbar, itu artinya ada 77 ribu lebih kata yang dihafalkan Imam Syafii di usia yang masih belia. Itu belum yang lain, dimana selama hidupnya Imam Syafii menulis ratusan buku yang berjilid-jilid.

Premis umumnya, jelas dr. Zaidul Akbar, jika mau mencerdaskan diri di atas rata rata maka harus menggunakan iman dan akal secara bersinergi lalu buat jejak-jejak peradaban selama hidup.

Atau jika tak mampu melakukannya, imbuhnya, anggaplah peradaban Islam itu adalah bangunan. Maka jadilah salah satu bagian dari bangunan peradaban tadi, jadi batunya, semennya, airnya atau apapun yang menjadi bagian dari bangunan tersebut.

“Jangan cuma jadi mukmin biasa-biasa saja, tapi belajarlah dari sejarah Islam bahwa peradaban itu memerlukan orang-orang yang menggunakan iman dan akalnya dengan luar biasa untuk memberi manfaat kepada umat manusia. Selamat menjadi orang cerdas,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here