Buka Musrennas, Menag Bicara Pentingnya ROKOK Dalam Perencanaan

387
Menag Lukman saat membuka Musrennas Kemenag 2018 pada 13-15 Maret 2018, di Bogor (Photo: Kemenag)

Bogor, Muslim Obsession – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan pentingnya ROKOK dalam perencanaan. ROKOK merupakan perumpaan dari Menag, dengan akronim Rencanakan, Organisasikan, Koordinasikan, Operasionalkan dan Kendalikan.

“Jadi sebagai perencana tidak cukup fokus di perencanaan saja, tapi juga diorganisasikan, setelahnya dikoordinasikan, di sinilah titik krusial. Sebelum dioperasionalkan, ada tiga tahapan penting sebelumnya, yaitu perencanaan, organisasi dan koordinasi. Baru setelah itu kita laksanakan,” ujar Menag, saat membuka Musyawarah Perencanaan Nasional (Musrennas) Kementerian Agama Tahun 2018 di Bogor.

Sebagaimana dilansir laman resmi Kemenag, Rabu (14/3/2018), Musrennas tersebut dilaksanakan sejak tanggal 13-15 Maret 2018.

Dalam kesempatan tersebut, Menag menyampaikan keinginannya agar program atau pembangunan yang mangkrak di Kemenag harus jadi prioritas. Seorang perencana hakikatnya adalah otak dari organisasi secara keseluruhan, ia yang tahu kemana lembaga ini dituju, bahkan tidak hanya sekedar merencanakan.

“Maka perencanaan dan pengorganisasian harus jadi titik perhatian,” tandasnya.

Menag juga menjelaskan tentang bagaimana menerapkan gaya kepemimpinan multi arah. Dikatakannya, bahwa kita semua adalah pemimpin. Dengan asumsi bahwa kepemimpinan itu seni mempengaruhi orang lain untuk ikut apa yang dikehendaki.

Menurutnya, mempengaruhi orang lain itu dua saja syaratnya, kemauan (motivasi) dan kemampuan (keterampilan, wawasan).

Maka, tambah Menag, ketika menghadapi persolan di wilayah tanggung jawab kerja kita, jangan pernah kita punya anggapan, memimpin itu untuk bawahan saja.

Menurut Menag, sekarang yang berkembang, memimpin atau mempengaruhi bisa kepada siapa saja, bahkan kepada rekan atau yang di atas kita. Karena mempengaruhi bisa kepada siapa saja dan itu yang diterapkan di banyak institusi masyarakat kita.

“Sehingga kalau dihadapkan masalah, jangan mendiamkan masalah tapi komunikasikan ketidaktahuan kita kepada atasan atau rekan sejawat. Jadi, komunikasi menjadi penting,” ujar Menag.

“Oleh karenanya, saya ingin setiap kita lebih pro aktif menyikapi permasalahan yang banyak sekali di bidang kerja saudara sekalian. Maka komunikasikan kepada rekan sejawat, tolong arahkan bagaimana memecahkan masalah,” imbuhnya.

Dikatakannya, seorang perencana juga harus memiliki kemampuan menemukan dan mengenal masalah dengan baik.

“Maka saya berharap, melalui Musrennas kita bisa menemukenali masalah. Lalu diurai dan dihasilkan solusinya, sehingga program selanjutnya berdasarkan kebutuhan rill masyarakat,” ujarnya.

Menag juga meminta untuk betul-betul memperbaiki bank data. Ditegaskannya, data kita harus jauh lebih akurat lagi.

Karena, menurut Menag seringkali dalam merumuskan kebijakan, kita gamang menentukan program dan data, sebagai syarat mutlak menghadapi persoalan. Menag juga mengimbau agar selalu updating dan validasi setiap data. (Vina)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here