Budayawan Banten Sebut Sukmawati Memang Tak Paham Syariat Islam

1599
Sukmawati Soekarnoputri (Photo: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Dewan Kesenian Banten, Chavchay Syaifullah, menilai puisi Sukmawati Soekarnoputri mencerminkan ketidakpahamannya soal syariat Islam.

Oleh karenanya, kata dia, puisi Sukmawati berjudul ‘Ibu Indonesia’ itu sama sekali tidak menjelekkan Islam, apalagi syariat Islam.

“Puisi Sukmawati tidak sama sekali menjelekkan Islam, apalagi syariat Islam. Sebab dalam puisinya, secara ekspresif penulis puisi sudah menyatakan diri sebagai orang yang tidak tahu syariat Islam,” kata Chavchay kepada Muslim Obsession, Senin (2/4/2018).

“Kalau pun ada tafsir yang menghubungkan puisinya sebagai potret relasi syariat Islam dan Indonesia, sehingga Sukmawati menjadi penulis puisi yang anti Islam, maka yang telah dilakukan Sukmawati bukanlah menyudutkan Islam,” jelas Ketua Departemen Seni dan Budaya Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) tersebut.

Meski demikian, tegas Chavchay, Sukmawati sesungguhnya tengah menyudutkan dirinya sendiri melalui puisinya tersebut.

“Ia tengah menyudutkan dirinya sendiri sebagai orang yang tidak tahu Syariat Islam namun berusaha untuk berbicara ketidaktahuannya dalam wacana Ibu Pertiwi. Sehingga logika di dalam puisi menjadi rusak, apalagi estetika puisinya yang sangat lemah dalam berbagai aspek dan sejak dari larik pertama,” ujarnya.

Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ pada Pagelaran Busana Indonesian Fashion Week 2018, dalam segmen Sekarayu Sriwedari menyambut 29 tahun karya Anne Avantie, Kamis (29/3/2018) lalu.

Di dalam puisi gubahannya itu, Sukma seakan menyudutkan syariat Islam, cadar dan juga suara adzan. Sukmawati menyebut “tak tahu syariat Islam”, “Sari konde ibu Indonesia lebih cantik dari cadar”, dan “suara kidung ibu Indonesia lebih merdu dari suara azan”.

Berikut puisi Sukma:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat 
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan adzan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

(Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here