Buat Hand sanitizer dari Pelepah Pisang, Pelajar SMP Ini Sabet Medali AISEEF

90

Kudus, Muslim Obsession – Prestasi membanggakan datang dari siswa SMPN 1 Kudus, Jawa Tengah. Siswa yang bernama Mirza Tsabita Wafa’ana kelas 9 dan Muhammad Faris Kautsar kelas 7 mampu membuat Hand sanitizer dari pelepah pisang.

Atas prestasinya itu, mereka menyabet medali emas Asean Innovative Science, Environmental & Entrepreneur Fair (AISEEF) yang dihelat Februari lalu. Kompetisi yang digelar secara virtual tersebut, kata Mirza, diikuti oleh 505 peserta.

Dia bersama Faris dan peserta lainnya bersaing lewat kiriman video berisi produk atau hasil karya yang kemudian dipresentasikan secara daring di hadapan juri menggunakan Bahasa Inggris.

Mirza membeberkan, hand sanitizer yang dihasilkannya bersama Faris berawal dari kegelisahannya terhadap cairan pembersih sejenis yang tidak bisa digunakan pada kulit sensitif. Kebetulan adik temannya ada yang mengidap penyakit kulit psoriasis.

“Dia kesulitan ke luar rumah karena hand sanitizer mengandung alkohol dan menyebabkan iritasi pada kulitnya,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/3/2021).

Berbekal pengetahuan yang ia miliki, Mirza dan Faris lantas mencoba membuat hand sanitizer berbahan alami. Selain pelepah pisang, bahan lain yang digunakannya adalah kayu manis dan daun sirih. “Bisa mencegah penyebaran Covid-19 dan nyaman bagi penderita psoriasis,” kata siswi kelahiran 2006 tersebut.

Menurut dia, hand sanitizer yang dihasilkan mengandung etanol atau alkohol alami sebanyak 62 persen. Kandungan tersebut di atas batas minimal kandungan alkohol dalam hand sanitizer yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO untuk mencegah penularan Covid-19 yaitu 60 persen.

Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP 1 Kudus, Sri Winarni, mengungkapkan hand sanitizer tersebut belum bisa diproduksi masal. Menurut dia, perlu penelitian lanjutan agar hand sanitizer bisa bertahan lama. “Bahannya alami hanya bertahan tiga hari, tidak bisa awet,” katanya.

Sri mengatakan, temuan hand sanitizer dari pelepah pisang tersebut juga hasil tugas yang ia berikan selama siswa menjalankan pembelajaran dari rumah. “Dikembangkan terus, berinovasi sampai detil,” kata Sri. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here