Brutal, Dua Remaja Palestina Ditembak Tentara Israel

1461
Tentara Israel
Tentara Israel memeriksa para pemuda Palestina. (Foto: middle east monitor)

Jakarta, Muslim Obsession – Tentara Israel terus mempertontonkan aksi brutalnya di wilayah-wilayah pendudukan. Kabar terakhir, dua remaja Palestina ditembak dan dibunuh oleh tentara Israel, Kamis (11/1/2017).

Diberitakan Aljazeera, remaja Palestina itu berasal dari kamp pengungsi Burij di jalur Gaza Timur. Sementara tiga warga Palestina lainnya terluka dengan salah satunya dalam kondisi kritis.

Juru bicara militer Israel mengklaim kejadian itu berawal dari “kerusuhan” yang melibatkan pemuda Palestina di dua lokasi sepanjang perbatasan Gaza. Para pemuda Palestina yang berjumlahs ekitar 50 orang melakukan pelemparan batu.

Menurut Jubir militer Israel, tentara mereka menembak karena merasa terancam.

Kejadian itu sontak membuat masyarakat dunia meradang. Denny Cormier, aktivis pro-Palestina yang hidup di Gaza selama Perang 2014, menulis di Twitter bahwa seharusnya Israel tahu bahwa anak-anak tidak mungkin menimbulkan ancaman serius.

Satu dari dua anak yang ditembak tantara Israel berusia 16 tahun dan meninggal di rumah sakit. Ia berasal dari tepi barat desa dari Irak Burin, Selatan Nablus.

Ghassan Abdul Daghlas, yang memonitor kegiatan ilegal pemukiman Israel di tepi barat utara mengatakan, tentara yang mengoperasikan sebuah pos pemeriksaan di luar desa menembak tanpa peringatan.

Tentara Israel mengambil kebijakan ketat bagi puluhan ribu rakyat Palestina setelah pembunuhan rabbi Israel di tepi barat minggu ini. Jalan utama ditutup, desa disegel, dan inspeksi Palestina meningkat.

Pembunuhan pemukim Israel terjadi pada hari Selasa dekat pemukiman Israel ilegal Havat Gilad, di mana rabbi 35 tahun tinggal.

Pemukiman Israel dinilai melanggar Konvensi Jenewa keempat, yang menyatakan bahwa sebuah kekuasaan pendudukan tidak dapat memindahkan penduduknya ke dalam wilayah yang yang telah ditempati.

Ketegangan di wilayah Palestina makin meningkat sejak Desember, ketika US Presiden Donald Trump mengklaim sepihak Yerusalem sebagai ibukota Israel. Sontak, pengakuan itu semakin memicu ketegangan antara Israel dan Palestina yang telah berlangsung selama beberapa dekade. (Fath)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here