BRIsyariah Ajak Anak Sekolah Menabung Sejak Dini

442
BRIsyariah-usia-dini
Program SimPel BRIsyariah iB Goes To School. (foto: Istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com – PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIsyariah) menggelar program SimPel BRIsyariah iB Goes To School, yang kegiatannya dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia di 54 Kantor Cabang BRIsyariah, Rabu (17/10/2018).

Atas upayanya tersebut BRIsyariah menjadi pelopor sebagai bank syariah yang turut meluncurkan produk Tabungan SimPel iB dan memperkenalkan ke berbagai sekolah.

Tabungan SimPel iB sendiri memiliki pengertian sebagai tabungan yang diterbitkan oleh bank-bank di Indonesia bagi para generasi muda mulai dari usia PAUD sampai dengan sekolah menengah atas. Tentunya dengan persyaratan mudah dan sederhana serta fitur yang menarik untuk mendorong upaya menabung sejak dini. Mulai dari kerja sama antara sekolah dengan lembaga keuangan yaitu salah satunya di BRIsyariah, para siswa/i sudah bisa menabung mulai dari Rp1000.

Sekretaris Perusahaan PT Bank BRIsyariah Tbk Indriati Tri Handayani mengatakan, berbicara tentang mengajarkan perencanaan keuangan kepada anak, bisa dikatakan gampang-gampang susah.

Karena itu melalui bulan inklusi keuangan ini pihaknya menggelar program BRIS Mengajar dengan tujuan membekali generasi muda dengan pengetahuan dan manfaat menabung sejak dini, berbagi pengalaman kepada generasi muda di sekolah, bahwa melalui menabung kita bisa punya apa saja yang kita inginkan. Bisa sekolah tinggi, bisa travelling, bisa umroh bahkan naik haji di usia muda, bisa hidup mandiri dan yang terpenting bisa memberikan banyak faedah bagi orang di sekitarnya.

“Selain itu dalam kegiatan ini dilakukan juga Corporate Social Responsibility (CSR) faedah pendidikan berupa bantuan sarana peribadahan kepada sekolah-sekolah yang dikunjungi,” ujar Indriati.

Karena dunia dan Indonesia masih menghadapi permasalahan kemiskinan, bagaimana BRIsyariah masuk memberikan literasi untuk menerapkan budaya menabung sebagai gaya hidup generasi milenial saat ini tantangannya luar biasa.

“Karena itu dengan adanya Tabungan SimPel BRIsyariah iB generasi muda bisa memulai menabung sejak dini untuk mewujudkan mimpinya melalui BRIsyariah, karena kami mengedepankan unsur teknologi dan yang terpenting tanpa keluar dari syariat agama,” ungkap Indriati.

Menurut Indriati, generasi muda ini nantinya akan menjadi penerus bangsa dan menjadi pelaku roda perekonomian Indonesia. Oleh sebab itu, sebaiknya sejak dini mereka diberi pemahaman mengenai literasi keuangan, seperti melengkapi diri dengan melek produk maupun investasi melalui perbankan syariah yang sudah sama bagusnya, sama lengkapnya dan sama modernnya dengan bank konvensional, sebagai modal dalam membangun hari esok yang terbaik untuk dirinya, keluarga serta perekonomian Indonesia.

Hal ini sejalan dengan program inklusi keuangan, sebagaimana diketahui, inklusi keuangan memiliki pengertian di mana semua orang mendapatkan akses terhadap penyedia layanan finansial. Pemerintah, melalui Peraturan Presiden No. 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo, menargetkan tingkat inklusi keuangan di Indonesia mencapai 75% pada 2019 mendatang.

Untuk meningkatkan inklusi keuangan, Bank Indonesia membuat sebuah kebijakan yang disebut kebijakan keuangan inklusif. Kebijakan ini berbentuk pendalaman layanan keuangan yang menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah. Tujuannya, semua Warga Negara Indonesia mendapat kemudahan akses terhadap produk finansial.

Untuk meningkatkan penetrasi inklusi keuangan, ada beberapa strategi yang dilakukan lembaga keuangan. Salah satunya adalah edukasi keuangan. BRIsyariah sendiri sebagai salah satu bank syariah dengan jaringan terluas yang terus didukung oleh induk, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, saat ini telah tercatat bekerjasama dengan 551 sekolah untuk pembukaan rekening Tabungan SimPel BRIsyariah iB.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat inklusi keuangan pada 2017 ini sebesar 69%. Angka ini berdasarkan survei internal yang dilakukan OJK dengan metode yang disesuaikan dengan pedoman Bank Dunia. Diharapkan dengan program ini target inklusi keuangan pada 2019 sebesar 75% bisa tercapai. (Pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here