Bom Sri Lanka, MUI Minta Tak Kaitkan Pelaku Kejahatan dengan Agamanya

344
Buya Anwar Abbas

Jakarta, Muslim Obsession – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kepada seluruh pihak agar tidak mengaitkan pelaku kejahatan dengan agama yang mereka anut, karena tindakan para pelaku tak mencerminkan rasa kemanusiaan dan tidak beradab.

“Kami meminta masyarakat dunia untuk tidak mengait-ngaitkan tindakan yang tidak beradab ini dengan agama para pelakunya,” ujar Sekjen MUI, Anwar Abbas, dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/4/2019).

MUI berharap pihak kepolisian Sri Lanka dapat mengungkap dan menangkap para pelaku dari tindakan yang tidak berperikemanusiaan tersebut. Pelaku harus diseret ke meja hijau untuk diadili dan dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya.

“Jangan dikaitkan dengan agama pelaku agar masalah tidak melebar kemana-mana,” ungkapnya.

MUI juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban agar mereka tetap tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan ini. Aksi terorisme terjadi di Sri Lanka, Ahad (21/4/2019). Sebanyak delapan bom meledak di tiga gereja, empat hotel, dan satu rumah warga. Korban tewas dilaporkan mencapai lebih dari 200 orang.

Dari delapan serangan bom, enam di antaranya terjadi dalam waktu hampir bersamaan. Menurut laporan New York Times, ledakan pertama dan yang paling dahsyat terjadi di Gereja St Sebastian, Negombo, sekitar pukul 08.45 waktu setempat.

Bom meledak saat umat Kristen Sri Lanka sedang merayakan hari raya Paskah. Seorang saksi mata di lokasi ledakan, Gereja St Anthony, Sumanapala, mengatakan asap hitam pekat mengepul dari depan pintu gereja.

Selain gereja, ledakan bom turut terjadi di tiga hotel mewah di Kolombo, yaitu Shangri-La Hotel, Cinnamon Grand Hotel, dan Hotel Kingsburry. Bom di tiga hotel itu meledak hanya berselang beberapa menit dari bom di tiga gereja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here