Bolehkah ‘Membunyikan’ Jari Saat Shalat?

257
Ilustrasi: Seorang muslim sedang melaksanakan shalat. (imb)

Oleh: Drs H. Tb Syamsuri Halim, M.Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Dalam shalat sering kita mematah-matahkan jari hingga berbunyi ( تَفْقِيع الأصابع). Hal itu dilakukan, baik ketika kita menunggu dimulainya shalat maupun setelah shalat.

Dalam satu hadits riwayat Ibnu Majah di dalam sunannya, beliau berkata: Dari Sayidina Ali Karamallahu wajhahu berkata, bersabda Rasulullah ﷺ:

“لا تفقع أصابعك وأنت في الصلاة”

“Jangan kamu mematah matahkan jari tanganmu sedangkan kamu di dalam shalat”.

Maksud mematah-matahkan jari ialah membunyikan dengan cara menarik atau menekan jari sehingga membuat tulang berbunyi.

Baca juga: Tanda Sujud yang Benar

Bagaimana hukumnya?

Hukumnya adalah makruh jika seseorang yang sedang shalat atau dalam perjalanan menuju masjid untuk shalat, ataupun dalam hal menunggu shalat.

Sebab kemakruhanya disebutkan dalam ibarat kitab At Turmusi:

قيل أن تفقيع الأصابع من عمل قوم لوط،فيكره التشبه بهم

“Dikatakan bahwa mematah-matahkan jari adalah amalan kaum Nabi Luth, maka makruh meyerupai mereka”.

Baca juga: Benarkah Poligami Mendatangkan Pahala?

Begitu juga di luar shalat, perbuatan seperti ini adalah makruh hukumnya. Disebutkan dalam kitab Habib Sa’ad Alydrus:

أن مما يورث الفقر: تشبيك الأصابع و تفقيع الأصابع

“Dari amalan yang menyebabkan seorang itu mewarisi kepapaan(kemiskinan) adalah kerana suka memital jari kedua tangan(mengeggam kedua tangan berserta jari) dan mematah matahkan jari”.

Semoga Allah menjauhkan kita dari amalan yang makruh. Aamiin.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here