Bolehkah Masih Makan dan Minum Saat Adzan Subuh Berlangsung?

798
Ilustrasi: Makan. (Foto: Getty Images)

Muslim Obsession – Salah satu hal yang sering kita dengar ketika Ramadhan adalah bolehnya makan dan minum saat adzan Subuh masih berkumandang. Bagaimana sebenarnya hal tersebut? Apakah benar diperbolehkan atau justru sebaliknya?

Menurut Ustadz Adi Hidayat, batasan sahur adalah saat terbit fajar. Yaitu ketika sinar fajar sudah membelah gelapnya malam.

“Silakan makan, minum, senikmatnya sampai datang fajar. Bila benang putih sudah menutup benang malam. Ini kiasan Al-Quran, maksudnya sinar fajar sudah membelah gelapnya malam. Jadi batasan sahur kita itu sampai fajar,” sebutnya dalam sebuah tayangan video.

Lalu, apa tanda datangnya fajar? Pertama, tanda yang bisa dilihat dengan mata. Yaitu menyaksikan adanya sinar fajar di langit. Atau kedua, tanda yang bisa didengar dengan telinga yaitu saat terdengar adzan Subuh.

“Jadi sahur itu batasnya adalah adzan Subuh berkumandang. Silakan makan, minum, senikmatnya. Begitu adzan berkumandang, selesai,” jelasnya.

Pendapat ini, tegas UAH, menepis pernyataan yang marak beredar bahwa jika masih adzan itu boleh makan. Menurutnya, pernyataan itu kurang tepat. Apalagi jika merujuk pada Al-Quran yang menyatakan bahwa jika fajar tiba, makan harus berhenti.

Jadi ukurannya, ungkap UAH, bukan saat adzan berkumandang masih boleh makan atau adzan selesai baru selesai makan.

“Saat adzan pertama disampaikan, ‘Allahu Akbar..Allahu Akbar’, maka berhenti makan dan minum. Kalau ukurannya adzan jadi tidak jelas,” tandasnya.

UAH memaparkan bahwa memang ada hadits yang menyatakan, ketika Bilal bin Rabah mengumandangkan adzan, maka diperbolehkan untuk meneruskan sahurnya. Hanya saja, jika memahami hadits tersebut secara tekstual maka akan jadi masalah.

Kenapa? Karena muadzin di masa Nabi tidak hanya Bilal, tetapi ada juga Abdullah bin Abi Ummi Maktum.

Menurut UAH, Bilal mengumandangkan adzan untuk memberitahukan masyarakat bahwa waktu fajar akan tiba. Sementara Ibn Abi Ummi Maktum mengumandangkan adzan ketika fajar telah tiba.

“Adzan yang dikumandangkan Bilal mengisyaratkan bahwa waktu fajar sebentar lagi tiba dan akan ada adzan berikutnya. Sehingga diharapkan masyarakat paham bahwa adzan kedua itu merupakan tanda datangnya Subuh,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here