Bocor, Sertifikat Vaksin dan NIK Jokowi Juga Banyak Tersebar di Internet

67
Presiden Jokowi minta 8 Juli Asrama Haji Pondok Gede beroperasi sebagai RS Darurat (foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, Muslim Obsession – Pakar keamanan siber dari CISSRec, Pratama Persadha menyebut, tidak hanya sertifikat vaksin yang bocor, data Nomor Induk Kependudukan (NIK) Presiden RI, Joko Widodo juga bisa didapat dengan mudah di internet.

Mudahnya menemukan NIK Jokowi disebut Pratama lantaran Jokowi kerap mengikuti kontestasi pemilihan daerah hingga pemilihan presiden atau juga bisa diakses lewat Google.

“Sebenarnya data presiden bisa didapat dari mana saja, misalkan bisa kita ambil tentang presiden yang beberapa kali mengikuti kontestasi Pilkada maupun Pemilu dari tahun 2005,” ujar Pratama, lewat pesan teksnya, Jumat (3/9) siang.

Dengan demikian, dijelaskan Pratama, data presiden sudah ada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah maupun di pusat.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa jika dirunut di daerah sesuai dengan alamat KTP, pastinya dalam proses administrasi ada berkas fotokopi KTP dan Kartu Keluarga yang sudah diketahui oleh pegawai terkait di daerah asal.

Sebelumnya media sosial Twitter dihebohkan dengan kebocoran data yang diduga sertifikat vaksin dari RI 1 itu. Dalam unggahan tersebut juga disertai nama lengkap beserta gelar, barcode hingga Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Dengan dicantumkannya NIK yang diduga milik Jokowi itu, Pratama menilai bahwa data tersebut bisa dengan mudahnya dicari lewat mesin pencarian di Google.

“Lalu juga pada saat kita mengetik KTP Joko Widodo di pencarian Google, sudah muncul banyak arsipnya di internet. Jadi memang bukan hal yang mengejutkan,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan, data KTP yang diduga milik Jokowi dengan mudah dilihat di Google. Pada mesin pencarian itu juga tertera data KTP yang menyerupai aslinya baik alamat, tanggal lahir, NIK, profesi, agama hingga lengkap dengan tanda tangan.

Di samping itu ia juga menyoroti insiden kebocoran data yang sangat masif di Indonesia. Di antaranya kebocoran data KPU hingga bocornya 279 juta data pengguna BPJS yang terjadi beberapa waktu lalu. “Kita bisa langsung mengecek nama presiden pada database tersebut,” tuturnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here