Bocah SD Penderita Tumor di Banyuwangi Butuh Uluran Tangan

383
Muhammad Ainurrohman (Foto: NU)

Banyuwangi, Muslim Obsession – Seorang siswa kelas empat MI Miftahul Ulum Muncar, Banyuwangi tengah berjuang melawan tumor.

Dia adalah Muhammad Ainurrohman. Derita yang dialami Ainurrohman ini berawal ketika dirinya berumur dua tahun.

Rusmiyati, ibu kandung Ainurrohman menuturkan awalnya ada benjolan kecil di hidung Ainurrohman. Lambat laun benjolan itu membesar. Bahkan, saat ini hampir menutupi wajahnya. Tragisnya lagi, dengan konsekuensi penyakit yang amat berat, si bocah hanya satu kali menjalani pengobatan.

“Kondisi memang seperti ini, Mas. Mau bagaimana lagi? Penghasilan saya hanya cukup untuk makan sehari-hari,” ujar Rusmiyati, seperti diberitakan NU Online, Kamis (31/1/2019).

Rumah kecil yang mereka tempati, juga masih meminjam ke orang lain. Dirinya mengaku saat ini bertanggung jawab sebagai kepala keluarga. Sang suami telah meninggal dunia sejak Ainnurohman berumur empat tahun.

Penghasilannya sebagai buruh pemberi makan ikan harus pintar-pintar ia gunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari dan pendidikan dua anaknya.

“Kadang cukup, tapi lebih sering kurangnya mas,” kisahnya dengan nada yang sangat lemah.

Rusmiyati mengaku, sebenarnya Ainurrohman pernah menjalani operasi satu kali. Setelah itu benjolan mengecil meski masih terdapat bekas hitam yang lebar. Namun, lagi-lagi karena kekurangan biaya untuk perawatan lanjutan, benjolan itu semakin membesar, bahkan melebihi kondisi sebelum operasi.

Guru mengaji Ainuurohman, Ustadz Sofyan Andi PR menambahkan bahwa dengan kehidupan yang teramat berat, kondisi rumah yang ala kadarnya, Ainurrohman adalah anak yang periang.

Bukan hanya itu, bocah yang harusnya menikmati masa kecilnya dengan banyak bermain dengan teman-temannya kadang sering merasa kesakitan jika ada yang secara tidak sengaja menyenggol wajahnya. Namun, sering kali kejadian seperti itu ia diamkan meski sakit tak tertahankan.

“Ainurrohman itu bocahnya ceria, meski merasa kesakitan kadang dia terlihat berusaha keras menahan, takut merepotkan orang-orang di sekitarnya,” ungkap pria yang juga Ketua Ranting Nahdlatul Ulama Kalimati Muncar ini.

Saat ini, kondisi penyakit Ainurrohman semakin mengkhawatirkan, jika tidak cepat ditangani tentu bisa berdampak buruk. Bukan hanya tumor yang selama ini diderita, mungkin bisa merambat ke organ tubuh yang lainnya. Pasalnya saat ini, benjolan-benjolan itu sudah hampir menutupi wajahnya.

Atas keadaan tersebut, NU Care LAZISNU Banyuwangi mengunjungi kediaman Ainurrohman Senin (28/1) sore untuk mengetahui segala kebutuhan Ainurrohman. Pada kesempatan itu, NU Care-LAZISNU Banyuwangi juga memberikan bantuan kepada keluarga Ainurrohman.

Dewan Syariah NU Care-LAZISNU Banyuwangi mengatakan, KH Muhammad Yamien mengatakan pihaknya berharap bisa memberikan bantuan lanjutan hingga Ainurrohman sembuh.

“Tentu dengan bantuan berbagai pihak. Kami mengajak yang membaca berita ini untuk bersama LAZISNU Banyuwangi turut meringankan beban Ainurrohman,” terang pria yang juga Ketua MUI Banyuwangi ini.

Bantuan dapat langsung disalurkan dengan datang langsung ke Kantor NU Care-LAZISNU Banyuwangi di Jalan Ahmad Yani No. 59 Banyuwangi. Untuk informasi dan konfirmasi bisa menghubungi Ketua PC LAZISNU Banyuwangi, Irfan Afandi di nomor 085230235930. (Vina)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here