Blak-blakan! Ustadz Abdul Somad Beberkan Alasan Dukung Prabowo-Sandiaga

354
UAS saat memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

Jakarta, Muslim Obsession – Pemilihan Presiden di Tanah Air telah setahun dilalui. Namun masih banyak masyarakat yang penasaran dengan alasan dai kondang, Ustadz Abdul Somad (UAS) yang terang-terangan mendukung pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Lewat ceceran Refly Harun (RH), UAS pun bicara blak-blakan dan mengemukakan alasannya. Apa kata peraih gelar Visitor Professor dari Universiti Islam Sultan Sharif Ali (Unissa) Brunei Darussalam itu?

“Saya sebagai warga negara menunjukkan suara saya dan itu dilindungi dan diakui undang-undang NKRI. Jadi saya merasa berbeda ini dinamis. Dalam perbedaan itulah ada simfoni yang begitu indah. Dan alhamdulillah di tengah perbedaan saya masih berteman baik dengan sahabat-sahabat yang berbeda agama, berbeda partai, berbeda pilihan,” kata UAS menjawab pertanyaan RH dalam channel YouTube Refly Harun yang tayang pada Sabtu (5/6/2020).

Pertanyaan RH lalu berkembang pada bagaiamana pendapat UAS saat mengetahui Prabowo justru masuk dalam kabinet Presiden Joko Widodo yang notebene lawan ketika Pilpres 2019. RH bertanya dua hal, apakah UAS kecewa karena Parabowo-Sandiaga kalah dalam Pilpres dan apakah UAS kecewa karena Prabowo masuk sebagai salah satu Menteri Jokowi.

“Pertama, saya tidak menjadi fans orang tapi ide dan gagasan. Sehingga saya tidak kecewa karena gagasan akan diperjuangkan oleh siapapun. Kedua bahwa saya tidak berpikir sendiri, tidak berijtihad sendiri, saya mendengarkan fatwa ulama. Ulama zhahir yang melihat dari analisa dan ulama bathin yang selalu mendapatkan inspirasi, ilham, karena mereka mendapatkan kejernihan hati,” jawab UAS.

Setelah mendengar fatwa ulama, lalu ia sampaikan dengan konsekuensi yang ia terima. Ketika kemudian terjadi apa yang terjadi, UAS mengaku tidak ada kekecewaan sedikitpun karena itu sudah ia lakukan agar umat tidak menyalahkannya di masa yang akan datang.

“Saya tidak abu-abu, saya bersikap, punya prinsip,” tegasnya.

Sikap UAS tersebut dibayar mahal. UAS menuturkan, di Bali ia di-bully dengan kebencian, dengan putus persahabatan dan lain-lain. Selain itu, sambungnya, ada satu BUMN yang membatalkan 2 jam sebelum tabligh akbar dimulai padahal telah menyiapkan 3.000 nasi kotak. Ada juga satu BUMN yang mengundang UAS setahun sebelumnya untuk hari ulang tahun lalu dibatalkan seminggu sebelum hari-H.

“Ada yang siap-siap umrah bersama saya 600 orang, sudah siap tiket dan hotelnya, dibatalkan. Saya bukan penjahat, saya bukan tokoh perlawanan yang mengangkat senjata,” tandasnya.

Setelah Pilpres berlalu, UAS mengaku belum pernah bertemu kembali dengan Prabowo. Hanya saja ia tetap mendoakan agar tetap istiqamah dalam kalimat Tauhid, Laa Ilaaha illallah Muhammadurrasulullah. (Fath)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here