Bisa Sembuh, Kenali Gejala Umum dan Pencegahan Virus Corona!

318
Untuk mencegah virus Corona, masyarakat diimbau untuk menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

Jakarta, Muslim Obsession – Novel coronavirus (Covid-19) adalah jenis baru coronavirus yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Gejala penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti pneumonia atau radang paru berat.

Belum ada vaksin dan pengobatan spesifik untuk coronavirus. Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Virus 2019 novel coronavirus (Covid-19) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus, yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan.

Pada manusia menyebabkan penyakit mulai flu biasa, hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara. 

Kenali Gejala Umumnya

Dokter Spesialis Paru RSUI, dr. Raden Rara Diah Handayani, Sp.P(K), menjelaskan, virus Corona menyerang sistem pernapasan manusia dan memiliki gejala yang sama dengan infeksi virus pernapasan lainnya. Bedanya adalah virulensi atau kemampuan tinggi menyebabkan penyakit fatal.

“Gejala umum dari penyakit ini berupa demam dengan suhu 380C atau lebih, batuk, pilek, nyeri tenggorokan hingga gejala infeksi saluran napas bawah yang berat, yaitu pneumonia. Pada pneumonia, pertukaran oksigen bisa terganggu, sehingga orang mengalami kegagalan pernapasan yang dapat berujung pada kematian,” ujarnya, seperti dilansir Women’s Obsession, Kamis (19/3/2020).

Dr. Diah menegaskan, beberapa korban meninggal umumnya tidak hanya semata disebabkan oleh Covid-19, namun juga dipengaruhi faktor kerentanan seperti usia tua dan daya tahan tubuh lemah, atau memiliki penyakit lain.

Meskipun demikian, jumlah pasien sembuh dari virus Corona tercatat semakin banyak. Jumlah laporan adanya pasien baru pun saat ini sedang menurun di kisaran 2,2%. Sementara, jumlah pasien sembuh berjumlah 2.780 pasien alias tiga kali lipat korban meninggal.

Meski demikian, pemerintah di berbagai negara tetap waspada terhadap penyebaran virus ini. Dalam kondisi saat ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik.

Spesialis Mikrobiologi RSUI, dr. R. Fera Ibrahim, M.Sc., Ph.D., Sp.MK(K), mengatakan jika virus Corona dapat mengalami kelumpuhan di suhu 56°C saat berada di luar sel inang atau ketika berada di ruang terbuka. Jadi, coronavirus itu sensitif terhadap suhu panas.

Fera menambahkan bahwa virus secara umum, termasuk virus corona, merupakan mikroorganisme parasit yang tidak dapat bereproduksi di luar sel inang, baru bisa bereplikasi memperbanyak diri kalau sudah masuk ke dalam sel hidup.

Artinya, saat virus corona berada di ruang terbuka, belum menjangkiti inang sel, virus tersebut masih dapat dilumpuhkan, salah satunya melalui pemanasan pada suhu sekitar 56 derajat Celsius selama 30 menit.

“Virus tersebut juga dapat dilumpuhkan dengan alkohol pada kadar tertentu dan cairan disinfektan yang mengandung chlorine, hydrogen peroxide disinfectant, chloroform dan pelarut lipid. Penggunaan alkohol sebanyak 75% dapat digunakan untuk kulit. Pemanasan selama 20 menit setelah mendidih juga dapat diaplikasikan pada peralatan atau pakaian yang digunakan di daerah tempat virus tersebut berpotensi mewabah. Selain itu, sinar ultraviolet alamiah, seperti sinar matahari dan udara bersih yang mengalami pertukaran melalui ventilasi ruangan, juga efektif untuk membersihkan virus,” jelasnya.

Upaya Pencegahan

Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini. Namun, gejala yang disebabkan oleh virus ini dapat diobati.

Walaupun virus ini memiliki risiko kematian, namun angkanya masih rendah dibandingkan orang yang terjangkit kemudian sembuh. Oleh karena itu pengobatan yang dilakukan harus didasarkan pada kondisi klinis pasien dan perawatan suportif sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Untuk mencegah penyakit, termasuk yang diakibatkan oleh virus, masyarakat diimbau untuk menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), antara lain mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal selama 20 detik; hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci; menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin.

Kemudian, penuhi kebutuhan nutrisi dengan pola makan seimbang, istirahat cukup, dan berhenti merokok bagi para perokok. Selain itu, hindari kontak dekat dengan penderita demam dan batuk, serta jangan makan makanan mentah, terutama dari hewan. (Angie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here