Bisa Ditiru, Nih! Kisah Inspiratif Mendapatkan Calon Pasangan Hidup

131
Pernikahan (Ilustrasi)

Muslim Obsession – Ada banyak cara untuk mendapatkan pasangan hidup yang sejati. Bagi seorang muslim, tentu saja menginginkan pasangan muslimah yang shalilah agar kelak menjadi istri dan ibu yang baik bagi suami dan anak-anaknya. Begitu juga sebaliknya.

Nah, bagi Anda yang belum punya pasangan hidup, coba simak kisah yang diambil dari akun Instagram @semangatmenikah berikut ini. Semoga menjadi inspirasi dan bekal untuk menentukan kriteria calon pasangan hidup.

Seorang lelaki pergi untuk melamar seorang perempuan. Ketika dia melakukan nazhar syar’i (melihat calon istrinya), si calon istri bertanya: “Berapa hafalan Al-Quranmu?”

“Saya tidak hafal banyak. Tapi saya ingin menjadi lelaki yang shalih,” jawabnya. Dia lalu berkata kepada calon istrinya, “Kalau kamu?”

“Saya hafal juz ‘Amma,” tegas si calon istri.

Si calon istri kemudian setuju untuk dinikahi setelah merasa yakin bahwa lelaki yang datang melamarnya ini jujur.

Singkat cerita, setelah menikah..

Si Istri lalu meminta suaminya untuk membantunya menghafal Al-Quran. Suami berkata: “Mengapa kita tidak saling membantu dalam menghafal bersama-sama?”

Mereka pun lalu memulai menghafal dengan Surat Maryam, kemudian selanjutnya dan selanjutnya, sampai hafalan Al-Quran keduanya selesai. Bahkan mereka pun mendapat ijazah hafalan Al-Quran.

Setelah beberapa saat, istrinya membuat sebuah penawaran: “Mungkin kita juga bisa memulai menghafal hadits-hadits Bukhari.” Tawaran yang disetujui si suami.

Pada sebuah kesempatan ketika si suami berkunjung ke rumah mertuanya, ia mengabarkan bahwa anak mertuanya itu sekarang sudah hafal Al-Quran 30 juz.

Mertuanya kaget dengan apa yang dikatakan menantunya. Dia lalu masuk ke kamar anaknya seraya memperlihatkan banyak kertas kepada menantunya.

Sontak dan alangkah kaget serta bingungnya si suami. Ternyata, Istrinya telah memiliki ijazah hafalan Al-Quran dan Kutubus Sittah (kumpulan kitab-kitab hadits) bahkan sebelum dia menikah dengannya.

Maasyaa Allah….selama ini si istri tidak mempermasalahkan dari awal tentang sedikitnya ilmu yang dimiliki sang calon suami. Sebaliknya, si istri membantu suaminya itu menghafalkan Al-Quran sebagaimana dia telah menghafalnya.

Rupanya, keyakinan si istri bahwa lelaki tersebut merupakan sosok suami yang shalih berhasil ia buktikan. Toh, ketika si istri mengatakan bahwa ia hafal Juz ‘Amma, dia juga tidak berdusta karena memang dia hafat juz ke-30 itu dan juga hafal surat yang lainnya.

“Yaa Allah jika aku bukan orang yang shalih maka karuniakan kepadaku istri yang shalihah yang membantuku, dan menjadikanku dekat dengan-Mu, dan jadikanlah aku orang yang shalih. Aamiin.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here