Bio Farma Ajak Produsen Vaksin Negara OKI untuk Kolaborasi Riset

484
Bio Farma ajak produsen vaksin negara OKI untuk kolaborasi Riset (Foto: Bio Farma)

Bandung, Muslim Obsession – Delegasi Tunisia dan Maroko yang mewakili Kementerian Kesehatan, industri vaksin institute Pasteur de Tunis serta Institut Pasteur du Maroc, mengunjungi Bio Farma pada tanggal 28 Agustus 2018 untuk mempelajari pembuatan vaksin mulai dari hulu ke hilir.

Program kerjasama penguatan Indonesia-Morocco-Tunisia Development Cooperation melalui Reverse Linkage (RL) ini dilaksanakan pada 27-30 Agustus 2018, di Jakarta dan Bandung, atas dukungan dari Menteri Perencanaan dan Pengembangan Nasional / BAPENNAS, Kementerian Kesehatan, Badan POM, dan Bio Farma.

Diterima oleh M.Rahman Roestan, Direktur Utama, Adriansjah Azhari, Direktur Riset dan Pengembangan, serta Juliman, Direktur Produksi Bio Farma, serta wisnu Utomo, Direktur Politik Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Bappenas.

Indonesia yang sudah ditetapkan menjadi Pusat Penelitian Vaksin di Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk bidang Vaksin dan Bio Teknologi pada Desember 2017 yang lalu, mulai menarik perhatian negara anggota OKI antara lain Tunisia dan Maroko, untuk mencari pengalaman dan pengetahuan mengenai pembuatan vaksin dari hulu sampai ke hilir untuk pembuatan vaksin.

Direktur Utama Bio Farma M. Rahman Roestan megatakan dari 57 negara anggota OKI, hanya sekitar tujuh negara yang sudah memiliki pabrik vaksin di negaranya, antara lain Indonesia, Saudi Arabia, Maroko, Tunisia, Mesir, Senegal, dan Iran, dan dari ketujuh negara tersebut, namun yang sudah diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk vaksin dasar hanya Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here