Bikin Ulah Lagi, Politisi Geert Wilders Minta Ramadhan Dihentikan

169
Geert Wilders (Foto: The Guardian)

Muslim Obsession – Pejabat Turki mengecam politisi sayap kanan Belanda Geert Wilders karena pesan ofensif yang dia posting di Twitter terhadap Muslim.

Wilders, yang dikenal dengan sikap anti-Muslimnya, memposting video yang mengatakan “hentikan Islam, hentikan Ramadhan.”

“Islam bukan milik Belanda,” kata Wilders, dilansir Daily Sabah, Jumat (16/4/2021).

Direktur Komunikasi Turki Fahrettin Altun dalam serangkaian pesan Twitter menyebut Wilders sebagai rasis, fasis dan ekstremis dan mendesak masyarakat internasional untuk menghentikan rasisme.

Ia menyatakan bahwa Wilders mewakili definisi buku teks tentang ekstremisme, rasisme dan kekerasan, yang dikutuk Islam.

Altun menegaskan, “Siapa, selain fasis, yang berani menyerang Islam – agama damai dengan 2 miliar pengikut?”

Baca Juga: Merasa Terancam, Geert Wilders Batalkan Kompetisi Kartun Nabi Muhammad

Mengacu pada Wilders sebagai seorang fasis, juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) yang berkuasa Ömer Çelik juga mengatakan dalam sebuah posting Twitter bahwa Wilders benar-benar menyerang umat manusia ketika dia menyerang Ramadhan.

“Mereka adalah musuh kemanusiaan dengan pikiran rasis dan fasis. Itulah mengapa permusuhan terhadap kemanusiaan mengintai di mana ada permusuhan terhadap Islam,” kata Çelik di Twitter.

Ali Erbaş, kepala Presidensi Urusan Agama, mengutuk pernyataan Wilders yang dia anggap sudah melewati batas.

“Saya mengundang komunitas internasional untuk berjuang secara sadar melawan mentalitas rasis yang menghasut Islamofobia dan menargetkan perdamaian sosial,” ucap Erbaş.

Sepanjang karir politiknya, Wilders telah membuktikan dirinya sebagai seorang rasis melalui berbagai komentar anti-Islam yang menjijikkan.

Pada 2019, dia membatalkan kontes kartun Nabi Muhammad yang memicu protes di Pakistan. Pemimpin partai anti-Islam yang blak-blakan itu mengatakan dia memutuskan untuk melepaskan kontes menyusul ancaman pembunuhan dan kekhawatiran orang lain bisa terancam.

Wilders menambahkan bahwa perjuangannya melawan Islam akan terus berlanjut dan tidak ada ancaman yang dapat menghentikannya.

Dalam acara tersebut, Wilders berencana memamerkan karikatur Nabi Muhammad SAW di kantor Partai Kebebasan (PVV) yang dijaga ketat di gedung parlemen Belanda. Dia bahkan mengaku sudah menerima ratusan entri.

Politisi Belanda itu juga didenda 5.000 euro ($ 5.400) pada 2016 karena perkataan yang mendorong kebencian dan diskriminasi.

Dia juga menghadapi tuduhan diskriminasi dan menghasut kebencian rasial pada rapat umum tahun 2014, di mana dia memimpin pendukungnya meneriakkan bahwa mereka menginginkan lebih sedikit orang Maroko di Belanda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here