Biayai 126 Santri, Kemenag Apresiasi Driver Ojek Online

485
Kemenag dan Bang Soplo
Endang Irawan alias Bang Soplo, driver ojek online yang juga pengasuh Ponpes Nurul Iman, Ciomas, Bogor.

Jakarta, Muslim Obsession Sepekan ini nama Endang Irawan atau yang akrab disapa dengan “Bang Soplo” mendadak beken. Namanya viral di media sosial karena aktivitasnya sebagai driver ojek online di Bogor.

Tentu bukan sembarang driver ojek online. Endang setiap hari ngojek untuk membiayai kebutuhan 126 santri Pondok Pesantren Nurul Iman yang terletak di Desa Sukaharja, Ciomas, Kabupaten Bogor. Ponpes ini berkonsentrasi pada program Tahfiz Al-Quran bagi anak yatim dan kurang mampu. Rata-rata santrinya berusia antara 12 – 24 tahun.

Atas jerih payah Endang, Kementerian Agama pun memberikan apresiasi kepadanya.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat terkait pendidikan Islam yang ada di Indonesia. Walaupun ada program bantuan untuk pondok pesantren, seperti beasiswa tahfizh, bantuan asrama dan bantuan ruang kelas, tetapi karena pesantren di Indonesia sangat banyak, lebih kurang 38ribu pondok, kami tidak bisa membantu pendanaan sepenuhnya. Beruntung jika banyak yang peduli seperti pak Endang ini,” ujar Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin seperti dilansir situs resmi Kementerian Agama, Senin (8/1/2018).

Kamaruddin menambahkan, salah satu program unggulan Kementerian Agama adalah beasiswa tahfizh bagi 10 ribu anak Indonesia yang ingin menjadi penghafal Al-Quran. Program ini untuk jangka waktu 5 tahun.

“Jadi setiap tahunnya, kita berikan kepada dua ribu santri,” sambungnya.

Jika Ponpes Nurul Iman memenuhi syarat dan kriteria, terutama masalah legalitas, Kamaruddin menegaskan kalau itu akan memudahkannya untuk menerima bantuan. “Saya sudah berikan kartu nama saya kepada Pak Endang, nanti bisa hubungi saya secara personal,” tuturnya.

Endang mengaku senang mendapat kesempatan bersilaturahim dengan pihak Kementerian Agama. Dia berharap akan ada solusi terhadap kebutuhan Pondok Pesantren yang diasuhnya. Apalagi, Nurul Iman sudah tercatat di Kemenag.

Viral di media sosial, sosok Endang yang dikenal tegas, disiplin, dan dermawan. Dia sering memberikan uang saku kepada para santrinya dari hasil menjadi ojek online.

“Uang hasil ojek online itu saya sisihkan. Sebagian buat keluarga dan kebutuhan saya pribadi, sebagian lagi buat para santri di pondok,” ujar Endang.

Endang mengaku sudah lama ikut mengupayakan pendanaan pondok, sejak dilibatkan sebagai pengasuh pondok. Sebelum bergabung di ojek online, ia bekerja sebagai mekanik elektrik di luar Pulau Jawa dan itu cukup menyulitkannya mengawasi dan mengontrol anak didiknya. Sekarang setelah bergabung di ojek online, ia lebih leluasa dan bisa maksimal mengasuh pondoknya.

Zulfa, salah satu santri yang sudah belajar sejak tahun 2013 menyampaikan masih banyak kebutuhan pondok dan santri yang belum terpenuhi. Meski demikian, dengan segala keterbatasan fasilitas, hal itu tidak mengurangi semangatnya dan para santri untuk menghafalkan Al-Quran. Beberapa santri bahkan pernah sudah mengukir prestasi di tingkat Kabupaten dan Kota Bogor. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here