Best Achiever In Ministry Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian RI)

166
Australian Trade Minister, Dr Craig Emerson and Chair of Indonesian Parliamentary Commission VI, Mr Airlangga Hartarto (right), with Australian Ambassador to Indonesia Greg Moriarty (left) and members of Commission VI on 20 April 2011.

Naskah: Iqbal R., Foto: Istimewa

Airlangga Hartarto adalah figur yang mampu menjalankan peran dengan tepat baik sebagai politisi maupun eksekutif di pemerintahan. Betapa tidak? Kementerian di bawah kepemimpinannya telah menunjukkan kinerja yang positif.

Sebelum menjadi menteri, politikus Partai Golongan Karya (Partai Golkar) ini terpilih sebagai wakil rakyat periode 2004-2009. Kemudian, ia kembali duduk di kursi Senayan pada periode 2009-2014 dan diamanahi sebagai Ketua Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi, UKM dan BUMN. Berkat dedikasinya dalam memperjuangkan aspirasi rakyat, pada 2014-2019, Airlangga terpilih kembali untuk ketiga kalinya sebagai anggota DPR dari Dapil Jawa Barat V dan bertugas di Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral, lingkungan hidup dan riset & teknologi. Namun di tengah tugasnya di parlemen, Airlangga diminta menjadi Menteri Perindustrian oleh Presiden Jokowi.

Amanah yang diberikan kepadanya sebagai Menteri tidak di sia-siakan, Airlangga membuktikan dengan pencapaian kebijakan pemerataan ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, yakni berhasil mengurangi angka pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur sebanyak 17,01 juta orang, naik dibanding tahun 2016 yang mencapai 15,54 juta orang. Capaian tersebut mendorong pengurangan tingkat pengangguran dan kemiskinan di Indonesia yang cukup signifikan. Berbagai catatan penting pun telah ditorehkan Airlangga selama di Kemenperin, seperti pada periode 2015-2017, telah berproduksi industri smelter terintegrasi dengan produk turunannya berupa stainless steel yang memiliki kapasitas 2 juta ton per tahun. Jumlah ini naik dibanding dengan tahun 2014 yang hanya mencapai 65 ribu ton produk setengah jadi, berupa feronikel dan nickel matte.

Di bawah nahkodanya, Kemenperin sukses mencatatkan kinerja yang bagus. Ini terlihat dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa sektor industri masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan capaian 20,16 persen tahun 2017. Selain itu pertumbuhan industri pengolahan non migas juga ikut tumbuh sebesar 5,14 persen pada kuartal IV tahun 2017, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2016 yang mencapai sekitar 3,91 persen. Kontributor terbesar PDB selanjutnya adalah sektor pertanian yang menyumbangkan hingga 13,14 persen, perdagangan (13,01 persen), konstruksi (10,38 persen), dan pertambangan (7,57 persen).

Adapun subsektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi pada kuartal IV tahun 2017, yaitu industri makanan dan minuman sebesar 13,76 persen, industri mesin dan perlengkapan 9,51 persen, industri logam dasar 7,05 persen, serta industri tekstil dan pakaian jadi 6,39 persen. Berbagai capaian tersebut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional sesar 5,07 persen sepanjang tahun 2017. BPS juga mencatat, industri pengolahan merupakan sektor andalan dalam menyumbang nilai ekspor Indonesia. Pada tahun 2017, nilai ekspor industri pengolahan sebesar USD125 miliar. Angka tersebut memberikan kontribusi tertinggi hingga 76 persen, dari total nilai ekspor Indonesia yang mencapai USD168,73 miliar. Tidak hanya itu, dari laporan World Economic Forum (WEF), daya saing Indonesia dalam Global Competitiveness Index 2017-2018 berada pada posisi ke-36 dari 137 negara atau naik lima peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang menduduki posisi ke-41. Tahun 2013 posisi ke-38 dari 148 negara, tahun 2014 posisi ke-34 dari 144 negara, dan tahun 2015 posisi ke-37 dari 140 negara. Di tangan Airlangga lah, Indonesia dinilai sebagai salah satu inovator teratas di antara negara berkembang, bersama dengan China dan India.

 

 

 

“Bahkan, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dari 15 negara yang industri manufakturnya memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), Indonesia mampu menyumbang hingga 22 persen setelah Korea Selatan (29 persen), Tiongkok (27 persen), dan Jerman (23 persen),” ungkap Airlangga. Selanjutnya, United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) mencatat, Indonesia menduduki peringkat ke-9 di dunia atau naik dari peringkat tahun sebelumnya di posisi ke-10 untuk kategori manufacturing value Added. Peringkat ke-9 ini sejajar dengan Brazil dan Inggris, bahkan lebih tinggi dari Rusia, Australia, dan negara ASEAN lainnya. Airlangga juga akan terus mendorong industri dalam negeri untuk berinovasi, sehingga mampu bersaing di kancah global.

Sejalan dengan itu, dalam jangka menengah, Kemenperin sedang menyiapkan SDM industri yang kompeten melalui program pendidikan yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan dan industri. Selain menjabat sebagai Menteri Perindustrian, Pria yang memiliki darah Pasundan dari sang kakek ini juga dipercaya sebagai Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto. Terpilihnya Airlangga dalam partai Golkar menunjukan dirinya adalah orang yang mempunyai pengaruh kuat sekaligus dapat diterima oleh berbagai kalangan. Diterimanya Airlangga dalam kursi kepemimpinan di Partai Golkar membuktikan kapasitasnya yang mumpuni sebagai politisi karena dapat melakukan komunikasi politik dengan baik dengan berbagai simpul yang ada dalam partai tersebut. Ke depan, tugas berat harus ia emban. Tugas tersebut tentunya akan menjadi tantangan terbesarnya untuk membutikan kemampuannya.

Sementara di luar politik, Airlangga tercatat pernah menjabat Ketua Asosiasi Emiten Indonesia periode 20011-2014, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2006-2009, Ketua Dewan Insinyur PII 2009-2012. Anggota Majelis Wali Amanah Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan menjadi pemrakarsa Herman Johannes Award, penghargaan bagi inovasi teknologi saat ia menjabat Ketua Keluarga Alumni Fakultas Teknik UGM (KATGAMA) pada tahun 2003. Tidak lama kemudian Airlangga berhasil menempati kursi Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI). Airlangga terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) Wushu Indonesia dan Airlangga menduduki jabatan Ketua Umum PB WI masa bakti 2017 – 2021. Berbekal ilmu yang dimilikinya, Airlangga pun mengokohkan dirinya sebagai pengusaha yang memiliki sejumlah perusahaan, salah satunya menjadi Presiden Komisaris dari PT Fajar Surya Wisesa Tbk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here