Bersama Polri dan TNI, Dai Parmusi Harus Dukung Kamtibmas

630
Usamah Hisyam
Ketua Umum PP Parmusi H. Usamah Hisyam saat membuka Orientasi Dai Parmusi di gedung Dinas Kesehatan Tapak Tuan, Aceh Selatan, Selasa (28/8/2018).

Aceh Selatan, Muslim Obsession – Peran dai Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) bukan hanya berdakwah dan menyampaikan ajaran syariat Islam, tetapi juga mesti turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Oleh karenanya, dai Parmusi harus bisa semaksimal mungkin mendukung dan bekerja sama dengan pihak kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Peran dai Parmusi selain menyampaikan ajaran Islam tetapi juga mesti menopang kamtibmas,” ujar Ketua Umum PP Parmusi H.  Usamah Hisyam saat membuka Orientasi Dai Parmusi di gedung Dinas  kesehatan, Tapak Tuan, Aceh Selatan, Rabu (29/8/2018).

Usamah menjelaskan, dukungan Parmusi kepada tanah air tak terbantahkan. Penegasan tentang ini sudah dilontarkan tokoh Masyumi dan pendiri Parmusi, Mohammad Natsir.

“Seperti dikatakan Pak Natsir, antara Islam dan nasionalisme sangat berkaitan, bahkan tak terpisahkan. Umat Islamlah yang sebenarnya sangat mencintai NKRI ini. Lihat saja, siapa yang berada di garis depan perjuangan? Para santri, ulama, dan aktivis Islam. Lalu, siapa yang mencetuskan NKRI pertama kali? Pak Natsir!” jelas Usamah.

Natsir, lanjut Usamah, menjadi sosok paling berjasa saat menggulirkan Mosi Integral pada 17 Agustus 1950. Natsir yang dikenal sebagai ulama dan negarawan itu memberikan pandangannya tentang NKRI kepada parlemen RIS pada tanggal 3 April 1950.

“Bersama Hatta yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri RIS, ide ini tercapai dengan dibentuknya Negara Kesatuan RI pada 17 Agustus 1950. Atas jasanya, Muhammad Natsir ditunjuk sebagai Perdana Menteri oleh Sukarno,” tegas Usamah.

Ketua PW Parmusi Aceh, Bahrom Mohd. Rasyid.
Raflizar, perwakilan Dandim.

Soal pentingnya dai Parmusi mendukung kamtibas juga ditekankan Ketua Pengurus Wilayah Parmusi Aceh, Ustadz Bahrom Mohd. Rasyid. Menurutnya, dai Parmusi bahkan juga harus bisa berdakwah kepada anak-anak muda.

“Para dai harus bekerja sama dengan aparat untuk menjaga kamtibmas, terlebih bisa membantu mencegah narkoba bagi generasi muda,” kata Bahrom dalam sambutannya.

Sementara Sekjen Parmusi, H. Abdurahman Syagaff mengatakan, kamtibmas penting didukung oleh dai Parmusi karena akan berdampak pada program Parmusi, salah satunya Desa Madani.

“Tujuan Desa Madani adalah terciptanya kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan ini tidak akan tercipta jika kamtibmas ini tidak terwujud. Maka itu para dai harus menyokong kamtibmas di setiap daerah masing-masing,” tegas Rahman saat mengisi materi orientasi.

Imbauan Parmusi kepada para dainya itu disambut baik pihak Dandim yang hadir pada acara tersebut.

“Hal yang pertama harus ditanamkan adalah cinta dan sayang pada tanah air. Jadi jika sudah cinta, tentulah para dai turut serta menjaga kamtibmas secara otomatis,” ujar Raflizar, perwakilan Dandim yang juga memberikan pembekalan dalam orientasi tersebut.

Bersama Polri, dai Parmusi harus bekerja sama dalam rangka kamtibmas, sedangkan kerja sama dengan TNI lebih diarahkan untuk menciptakan kemanan negara, terutama di daerah-daerah pedalaman, perbatasan, dan daerah-daerah terluar. (Hilmi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here