Bersama Menag, JK Bahas Standar Aturan Suara Speaker Masjid

80
M. Jusuf Kalla. (Foto: Tim Media JK)

Medan, Muslim Obsession – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menyatakan pihaknya dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berencana untuk membahas standar penggunaan sistem suara (sound system) masjid di Indonesia.

Hal itu ia katakan saat bersilaturahmi dengan pengurus DMI Sumatera Utara di Masjid Al Musaannif, Kota Medan, Senin (25/10).

“Karena itu kita (DMI) dan Menteri Agama akan sama-sama agar sound system (masjid) diatur, agar jangan saling mengganggu,” kata JK dalam keterangan resmi, Selasa (26/10).

JK menilai pengaturan sound system di masjid penting dilakukan saat ini agar tidak saling mengganggu. Tak lepas dari persebaran di perkotaan yang rata-rata terdapat dua masjid dalam satu kilometer.

Teknis pengaturan sound system masjid bisa dilakukan Kemenag dan lembaga DMI hingga di tingkat kecamatan. “Sehingga kordinasi [pengaturan] tak terlalu sulit dilakukan,” ungkapnya.

Meski demikian, JK belum bisa mengungkapkan kapan akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama soal pengaturan sound system masjid.

JK hanya mengatakan bahwa tata kelola tentang sound system masjid sudah disuarakan oleh DMI sejak lama. Bahkan beberapa kali sempat mengeluhkan suara speaker yang tak terdengar indah.

“Padahal, jika dibandingkan 80 persen orang dalam masjid adalah mendengar, sedangkan 20 persennya bercerita,” kata dia.

Sebelumnya, media asing sempat menyoroti seorang warga Jakarta yang takut menyampaikan komplain suara adzan yang terlalu bising dan mengganggu kenyamanan.

Warga Jakarta itu, tulis AFP, mengalami gangguan kecemasan. Bahkan sering tak bisa tidur, mual saat makan, tetapi takut saat akan menyampaikan keluhannya.

Dia takut dipenjara atau diintimidasi. Keluhan terkait adzan di Indonesia dinilai sensitif dan dapat berujung pada tuduhan penistaan agama, kejahatan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here