Bersalaman Bisa Meredakan Konflik?

342
Bersalaman atau berjabat tangan tak hanya meredakan konflik, tapi juga menumbuhkan cinta, persaudaraan, dan mendatangkan ampunan Allah.

Muslim Obsession – Konflik yang terjadi di antara dua belah pihak selalu membuat keduanya tak nyaman. Apalagi saat bertemu, kedua pihak yang berkonflik akan coba menjauh atau bahkan sebisa mungkin tak saling bertatap muka.

Sikap berkonflik atau bermusuhan ini sama sekali tak diajarkan dalam Islam. Karena sesungguhnya Islam mengajarkan agar setiap muslim untuk tak memiliki konflik dengan siapapun, apalagi kepada sesama muslim.

Oleh karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits-haditsnya mengimbau untuk menjalin silaturrahim, bertutur santun, bersikap sopan, tersenyum, saling memberikan hadiah, hingga menganjurkan untuk bersalaman atau berjabat tangan ketika bertemu.

Terkait bersalaman sesama muslim saat bertemu, ternyata memiliki keutamaan. Hal ini diketahui berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu berikut ini:

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

“Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah,” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Dari hadits di atas diketahui bahwa ampunan Allah ‘Azza wa Jalla akan terlimpah kepada dua muslim yang bersalaman, dan boleh jadi ini merupakan salah satu cara paling mudah untuk mendapatkan maghfirah-Nya. Para ulama pun bersepakat bahwa bersalaman atau berjabat tangan (mushafahah) merupakan sunnah yang sangat ditekankan (muakkad).

 

Menambah Kecintaan dan Persaudaraan

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, “Berjabat tangan itu dapat menambah kecintaan”. Al-Imam Mujahid rahimahullah berkata: “Telah sampai kepadaku bahwa ketika dua orang yang saling mencintai (karena Allah) saling melihat kemudian salah satunya tertawa kepada sahabatnya dan keduanya saling berjabat tangan, maka bergugurlah kesalahan-kesalahan keduanya sebagaimana gugurnya daun-daun dari pepohonan”.

Seseorang berkata kepada beliau: “Sungguh ini merupakan amalan yang ringan sekali”. Beliaupun menyahut: “Kamu katakan ringan? Padahal Allah berfirman:

لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا مَّا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلٰكِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ

“Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. Akan tetapi, Allah telah mempersatukan hati mereka,” (QS. Al-Anfal: 63).

Inilah bukti betapa Allah Maha Pemurah. Bersalaman menjadi cara untuk mempererat kecintaan, memperkuat persaudaraan, menghindarkan konflik dan permusuhan, bahkan mampu menggugurkan dosa dan kesalahan.

Kendati demikian, bersalaman yang dimaksud harus didasari oleh keimanan dan kecintaan kepada Allah Ta’ala. Saat berjabat tangan, seorang muslim harus meyakini bahwa ia mencintai muslim lainnya karena Allah Ta’ala, diiringi raut wajah yang bersahabat, serta menghindari raut wajah permusuhan. Sebaliknya, ia tampakkan ekspresi kegembiraan sehingga orang yang disalaminya merasa nyaman dan bahagia.

Wallahu A’lam bish Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here