Berlimpah Pahala, Lakukan Amalan Istimewa Ini di Bulan Muharram

482

Muslim Obsession – Muharram termasuk dalam 4 bulan yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala. Terdapat sejumlah keistimewaan di dalam bulan Muharram, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umatnya untuk melakukan amalan-amalan istimewa.

Apa saja amalan-amalan tersebut? Berikut beberapa di antaranya, seperti disampaikan Ustadz Tb. Syamsuri Halim.

Puasa 10 Muharram

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mendorong kita melakukan puasa pada bulan Muharram sebagaimana sabda beliau,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah–Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam,” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah).

Dan yang lebih afdhol atau utama adalah puasa di hari ‘Asyura, yaitu berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Abu Qotadah Al-Anshoriy berkata,

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah. Beliau menjawab, “Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura. Beliau menjawab, “Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu,” (HR. Muslim no. 1162).

Puasa 9 Muharram

Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wassallam  melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى. فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ. فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-

“Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan, “Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia,” (HR. Muslim no. 1134).

Imam Asy Syafi’i dan ulama Syafi’iyyah, Imam Ahmad, Ishaq dan selainnya mengatakan bahwa dianjurkan (disunnahkan) berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh sekaligus.

Perbanyak Sedekah di Hari ‘Asyura

Pada hari kesepuluh Muharram atau ‘Asyura, dianjurkan untuk memperbanyak sedekah. Hal ini bisa dilakukan dengan memperbanyak uang belanja ke istri dan memberi kegembiraan dengan membantu kebutuhan anak-anak yatim dan fakir miskin.

Semua itu hendaknya dilakukan dengan tidak memberatkan diri sendiri dan disertai keikhlasan semata-mata mengharap keridhaan Allah ‘azza wa jalla.

Mengenai hal ini Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ وَسَّعَ عَلى عِيَالِهِ وَ أَهْلِهِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ

“Siapa yang meluaskan pemberian untuk keluarganya atau ahlinya, Allah akan meluaskan rizki bagi orang itu dalam seluruh tahunnya,” (HR. Baihaqi, No: 3795).

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here